- KSPI memperkirakan produksi 105.000 unit pikap dalam negeri serap 10.000 pekerja baru dalam 6–12 bulan.
- Rencana impor pikap India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara berpotensi ancam PHK buruh nasional.
- KSPI mendesak pemerintah membatalkan impor dan menyerahkan pemenuhan 105.000 unit kepada pabrikan otomotif domestik.
Suara.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memperkirakan jika produksi 105.000 unit kendaraan jenis bak terbuka atau pikap dilakukan di dalam negeri bisa membantu menyerap setidaknya 10 ribu tenaga kerja baru dalam periode 6 bulan hingga 1 tahun produksi.
Sebanyak 10.000 tenaga kerja akan diserap oleh industri otomotif Indonesia jika PT Agrinas Pangan Nusantara membeli 105.000 pikap dan truk di dalam negeri alih-alih impor pikap India secara utuh atau CBU.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menerangkan jumlah pekerja yang terserap itu hanya hitungan kasar dalam proses produksi. Ini belum termasuk lapangan kerja di sektor layanan purnajual, termasuk suku cadang dan servis.
"Kalau diproduksi di Indonesia, itu bisa menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja. Belum lagi industri suku cadang dan maintenance yang ikut bergerak. Penyerapan tenaga kerjanya akan panjang," kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara berencana melakukan impor 105 ribu unit kendaraan pikap dari India untuk mendukung operasional koperasi desa (kopdes) merah putih.
Impor tersebut terdiri atas 35 ribu unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd (M&M), 35 ribu unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35 ribu unit truk roda enam dari produsen yang sama. Pengiriman kendaraan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.
Said mengatakan rencana impor tersebut berpotensi mengancam kelangsungan kerja puluhan ribu buruh di industri otomotif nasional.
Menurutnya, masuknya 105.000 unit pikap impor akan membuat output produksi pabrik otomotif dalam negeri menurun, yang pada akhirnya berpotensi memicu pengurangan kontrak kerja hingga PHK.
"Anggota kami di produsen-produsen mobil sudah datang dan menyampaikan langsung. Ada potensi PHK karena output produksi bisa turun akibat impor 105.000 pick-up dari India," ujar Said.
Baca Juga: Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
Ia menyampaikan KSPI meminta pemerintah membatalkan rencana impor tersebut dan menyerahkannya kepada produsen otomotif yang memiliki pabrik atau fasilitas produksi di dalam negeri.
Ia menyebut sejumlah produsen otomotif seperti Hino, Isuzu, Suzuki, Toyota, hingga Mitsubishi memiliki kapasitas teknologi dan produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Apabila persoalan harga menjadi pertimbangan, pemerintah dapat melakukan negosiasi spesifikasi.
"Kalau harga dianggap mahal, spesifikasinya bisa disesuaikan. Fitur otomatis bisa jadi manual, dashboard digital bisa disederhanakan. Tinggal negosiasi. Jangan malah impor," tutup dia.
Berita Terkait
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Agrinas Impor Pikap dari India, Resep Jitu Matikan Industri Otomotif Indonesia?
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC
-
5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley
-
Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha
-
Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan
-
GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia
-
Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air
-
Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif
-
Kualitas Mobil China Dipertanyakan Usai Sedan MG 5 Ludes Terbakar Saat Parkir
-
5 Motor Paling 'Badak' yang Tahan Disiksa Tiap Hari, Cocok buat Ojol
-
Yadea GS70 Dilengkapi Fitur Cruise Control Setara dengan Mobil