Suara.com - Sebuah hasil studi di Amerika Serikat baru-baru ini mengungkap bahwa semakin sedikit orang yang tertarik untuk membeli mobil listrik di masa depan.
Berdasarkan data, Rabu (10/4/2024), menemukan bahwa kepemilikan kendaraan listrik di Amerika Serikat sebenarnya mengalami pertumbuhan dari 4 persen menjadi 7 persen antara Maret 2023 hingga Maret 2024.
Namun penelitian yang sama menemukan bahwa jumlah orang Amerika yang mengatakan bahwa mereka secara serius mempertimbangkan untuk membeli kendaraan listrik di masa depan telah menurun dari 12 persen menjadi sembilan persen.
Konsumsi Pertamax Naik 70,6 Persen di H-3 Idul Fitri
Sementara mereka yang mempertimbangkan untuk membeli kendaraan listrik turun dari 43 menjadi 35 persen.
Sedangkan yang paling mengkhawatirkan bahwa mereka yang tidak berniat membeli mobil listrik, truk, atau SUV di masa depan telah meningkat dari 41 menjadi 48 persen.
Dari hasil penelitian, pengemudi berusia 64 tahun ke bawah memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki kendaraan listrik dibandingkan mereka yang berusia di atas 65 tahun.
Tekan Starter Motor Ternyata Tidak Disarankan Lebih dari 5 Detik, Ini Alasannya...
Pengemudi berusia di bawah 50 tahun lebih terbuka terhadap gagasan kepemilikan kendaraan listrik dibandingkan mereka yang lebih tua dari mereka.
Baca Juga: Digempur Mobil Listrik China di Berbagai Belahan Dunia, Tesla Tetap Dominan di Eropa
Mengingat tingginya harga kendaraan listrik dibandingkan mobil bertenaga pembakaran, dapat dimengerti bahwa orang Amerika yang berpenghasilan kurang dari $40k jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki kendaraan listrik atau mempertimbangkan untuk membelinya.
Berita Terkait
-
Konversi Mobil Bensin ke Listrik atau Beli Mobil Listrik Baru, Mana Lebih Worth It?
-
Solusi Cerdas Libas Jalan Bercadas: Ini 4 Opsi Mobil 1500cc Termurah tapi Berkelas
-
BYD Atto 1 Mengaspal, Harga Rp200 Jutaan Jarak Tempuh Tembus 380 Km Hadir Varian Premium
-
Cari Mobil Listrik Bekas Modal Rp75 Juta? Ini 5 Pilihan yang Bisa Kamu Pertimbangkan
-
BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Berapa Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi? Ini Sejarah Kenaikan BBM
-
Bukan Empty, Ini Arti Huruf E di Indikator Bensin Motor
-
5 Motor yang Cocok Pakai Pertamax, Performa Lebih Optimal dan Mesin Awet
-
BYD Atto 1 Mengaspal, Harga Rp200 Jutaan Jarak Tempuh Tembus 380 Km Hadir Varian Premium
-
Rekam Jejak Kebakaran Mobil Chery Kembali Menghantui Konsumen
-
Mobil Toyota Yaris Bekas Harga di Bawah Rp100 Juta Dapat Tahun Berapa?
-
Anomali Harga BBM Imbas Perang Iran: Australia Kena Diskon, Indonesia Tak Berubah
-
Konversi Mobil Bensin ke Listrik atau Beli Mobil Listrik Baru, Mana Lebih Worth It?
-
Chery Tiggo Cross CSH Terbakar Hebat di Tol, Sistem Keamanan Jadi Pertanyaan
-
Apa Saja Mobil Chevrolet Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Menarik?