Suara.com - Kawasaki menjadi salah satu perusahaan yang secara terang-terangan merangkul semua golongan, termasuk kaum LGBT.
Padahal langkah Kawasaki mendukung LGBT merupakan salah satu langkah yang cukup beresiko karena bisa menarik simpati sekaligus mengurangi simpati masyarakat.
Banyak perusahaan lebih memilih diam dibandingkan menyatakan dukungannya terhadap kaum LGBT, tapi tidak sedikit juga perusahaan yang memilih untuk mengutarakan dukungannya terhadap LGBT.
Salah satunnya pabrikan mobil asal Jerman, Porsche, yang juga secara terbuka pernah memberikan dukungan terhadap kaum gay dengan menghadirkan jajaran Porsche 911 berwarna pelangi sebelum festival lesbian, gay, biseksusal, dan transgender (LGBT), Christopher Street Day berlangsung.
Berkah Latih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Dihadiahi 2 Mobil Mewah
Sementara Kawasaki secara terbuka mengakui bahwa perusahaan mereka ramah terhadap kaum LGBT.
"Inisiatif keberagaman dan inklusi kami berpusat pada memungkinkan karyawan untuk menerapkan gaya kerja yang beragam untuk membantu mereka mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang optimal," tulis keterangan Kawasaki di laman perusahaan, dikutp dari Kawasaki Global, Rabu (24/4/2024).
"Selain itu, dalam upaya memperluas cakupan inisiatif ini, kami bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah LGBT dan, untuk tujuan ini, fokus untuk terus mendorong berbagai tindakan dan kampanye kesadaran karyawan," sambung Kawasaki.
Baca Juga: Diam-diam Kawasaki Recall Ninja ZX-25R Karena Rangka Berkarat
Ditelusuri lebih jauh, Kawasaki rupanya turut aktif mendukung kegiatan LGBT di Jepang. Salah satunya dengan ruting menjadi sponsor dalam kegiatan Tokyo Rainbow Show sejak 2019.
Berita Terkait
-
Budaya LGBT Jadi Ancaman Negara, Mensesneg Beri Kode Bakal Ada Pembatasan Konten
-
5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
-
Pesona Motor Cruiser Seganteng Honda Rebel, Penantang Yamaha XSR 155 dan Kawasaki W175
-
Bukan Sekadar Isu Sosial, Komisi VIII DPR Sebut LGBT Sebagai Ancaman Serius Kelanjutan Generasi
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim