Suara.com - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menegaskan belum ada niat untuk menghadirkan mobil hybrid di Indonesia.
Disampaikan Chief Operating Officer (COO) PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto, masing-masing pemain memiliki pilihan. Untuk saat inni Hyundai masih berfokus pada mobil bensin dan mobil listrik.
"Hyundai mengambil jalur full combustion yaitu ICE dan full mobil listrik (BEV), dalam rangka memenuhi keinginan dari pemerintah. Agar market berkembang terus kita main di mobil listrik. Jadi baru dua itu yg kita akan masuk," ujar Soerjopranoto, di Jakarta, Kamis (9/5/2024).
Gaikindo Bongkar Alasan Industri Otomotif Tanah Air Banyak Diserbu Merek China
Ia menambahkan, apakah Hyundai akan ada produk hybrid, plug-in hybrid ataupun hydrogen itu possible. Sangat memungkinkan untuk Hyundai bermain di segmen tersebut, karena memang ada teknologinya.
"Tapi tahun ini belum ke hybrid. Kemampuan kita untuk punya mobil hybrid, plug in hybrid dan bahkan hydrogen kita punya. Bahkan kalau kita lihat iklan-iklan mobil Hyundai ada yang hydrogen, bahkan sudah dipasarkan di luar," ungkap Soerjopranoto.
Seperti diketahui Hyundai memang cukup gencar memasarkan mobil listrik di Indonesia. Perusahaan otomotif asal Korea Selatan ini sudah memasarkan Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6 yang cukup laris dipasaran.
Hyundai Recall Ioniq 5 dan Ioniq 6
Baca Juga: Ternyata Ini Masalah yang Terjadi Jika Pemilik Hyundai Ioniq 5 dan 6 Abaikan Recall
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengumumkan recall atau penarikan kembali untuk produk mobil listrik Ioniq 5 dan Ioniq 6 di Indonesia.
Recall yang dilakukan oleh Hyundai berkaitan dengan pembaruan software pada komponen Integrated Charge Control Unit (ICCU) pada kedua model mobil listrik tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas pengisian baterai.
Adapun unit yang terlibat dalam recall ini merupakan model yang diproduksi sejak Maret 2022 hingga April 2024 dengan jumlah yang diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 unit.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas
-
Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian
-
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional
-
Strategi Hyundai Redam Dominasi Mobil China Lewat Jajaran Produk Baru
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku
-
Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026
-
Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas
-
Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian
-
Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda
-
Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar
-
Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak
-
Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan
-
Tunda Memaksakan Diri Nyicil Vario Evo, Ini 6 Motor Under 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar 2026
-
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional