Suara.com - Pernahkah kalian mengalami ban mobil kempes di tengah jalan? Ban kempes memang bisa menjadi masalah yang merepotkan dan membahayakan keselamatan.
Banyak orang yang tergoda untuk memaksa mobil berjalan dengan ban kempes karena berbagai alasan, seperti terburu-buru atau minimnya pengetahuan tentang bahaya yang ditimbulkan.
Namun, tahukah bahwa memaksa mobil berjalan dengan ban kempes dapat menimbulkan akibat fatal? Berikut 3 alasan mengapa ban kempes harus segera diperbaiki dilansir dari Hyundai Indonesia:
1. Kerusakan Velg dan Ban
Saat ban kempes, velg mobil tidak mendapatkan bantalan udara yang cukup. Hal ini membuat velg rentan terhadap kerusakan, seperti peyot atau pecah, terutama saat melewati jalan yang tidak rata.
Tekanan ban yang rendah juga dapat menyebabkan kerusakan pada ban itu sendiri. Struktur ban tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan tanpa tekanan udara yang memadai. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada dinding ban (sidewall) dan meningkatkan risiko ban pecah.
2. Kesulitan Pengendalian Mobil
Mengemudikan mobil dengan ban kempes sangat berbahaya. Tekanan ban yang rendah membuat mobil sulit dikendalikan, terutama saat berbelok atau mengerem. Hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.
3. Keausan Ban yang Tidak Merata
Baca Juga: Induk Perusahaan Jeep dan Peugeot Pusing: Penjualan Loyo dan Dealer Ramai Mengeluh
Mengemudi dengan ban kempes dalam waktu lama dapat menyebabkan keausan ban yang tidak merata. Bagian ban yang kempes akan lebih cepat aus dibandingkan dengan bagian lain ban. Hal ini dapat membuat mobil tidak seimbang dan bergetar saat dijalankan.
Tips Jika Ban Kempes di Jalan:
- Segera menepi dan hentikan kendaraan di tempat yang aman.
- Gunakan ban cadangan jika tersedia.
- Jika tidak memiliki ban cadangan, hubungi layanan bantuan pinggir jalan atau bengkel terdekat.
- Hindari memaksa mobil berjalan dengan ban kempes, meskipun untuk jarak dekat.
Ingatlah bahwa keselamatan pengendara dan orang lain adalah yang terpenting. Jangan ambil risiko dengan memaksa mobil berjalan dengan ban kempes. Segera cari solusi dan lakukan perbaikan agar dapat kembali berkendara dengan aman dan nyaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar