Mesin: Mercedes-Benz OM 457 LA Euro 3 Diesel,
6-Silinder Segaris, Injeksi Langsung
dengan Turbo charger dan Intercooler
Diameter/Langkah: 128/155 mm
Total Isi Silinder: 11.967 cc
Daya Maks: 422 / 1900
Torsi Maks: 1900 / 1100
Transmisi: AutomaUc Transmisi 6 Kecepatan maju, Dilengkapi dengan Primary Retarder
Perbandingan Gigi: 3.36/1.910/1.420/1.000/0.720/0.620 R = 4.240
Kecepatan Maks: 120km/jam
Daya Tanjak: 48%
Gardan
Depan (1st Axle): Independent RL75E
Kapasitas (1st Axle): 7.500 kg
Belakang (2nd Axle): HH 4 / 08 D-10.5
Komparasi Gigi: I = 3.583 opsi pilihan I = 2.846
Kapasitas (2nd Axle): 12.000 kg
Belakang (3rd Axle): ZF RL 75 acUvely steered trailing axle
Kapasitas (3rd Axle): 6.000 kg
Suspensi
Depan / Front: Suspensi Udara dengan 2 Balon udara, 2 Peredam kejut dengan double acUng, stabiliser satu buah penyetel level kontrol
Belakang / Rear: Suspensi Udara dengan 4 balon udara, 4 Peredam kejut dengan double acUng, stabiliser dua buah penyetel level kontrol
Pengereman
Rem Utama: Dua jalur udara tekan penuh dengan disc brake
Rem Parkir: Pegas, kendali udara tekan penuh pada gandar belakang
Retarder: ZF-Intrader, digerakkan secara elektro-hidrolik melalui pedal rem, memungkinkan dioperasikan melalui lever pada steering gear dengan 5 step
Tambahan Keselamatan: EBS (Electronic Braking System), ABS (AnU-lock Braking System), ASR (AcceleraUon Skid System), ESP (Electronic Stability Program)
Kemudi: Power Steering ZF - Servocom 8098
Ban & Pelek: 8.25 x 22.5 / 295/80 R 22.5
Kelistrikan
Sistem: 24 Volt
Altenator: 28 V/140 A
Baterai: 2 x 12 V / 200 Ah
Kapasitas Tangki: 600 Liter / 415 Liter (Opsional)
Baca Juga: 10 Livery dan MOD BUSSID Jetbus 3 Terbaru, Full Aksesoris dan Spoiler
Ukuran dan Dimensi
Jarak Sumbu Roda (mm): 3.000 (pabrik) / 6.800 (Karoseri)
Jarak Sumbu antar roda (mm): 1.350
Julur Depan (mm): 2.100
Julur Belakang (mm): 2.825
Tinggi (mm): 1.700
Panjang Total (mm): 9.275 (Pabrik) / 13.500 (Karoseri)
Lebar Total (mm): 2.400
Jarak pijak roda depan (mm): 2.088
Jarak pijak roda Belakang (mm): 2.199
Radius Putar (mm): 11.900
Harga Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 sendiri dimulai dari 1,9 miliar rupiah. Namun harga itu baru untuk sasis bus saja, belum dengan body hingga interior bus.
Di Indonesia, body bus dan interiornya dikerjakan oleh perusahaan karoseri. Beberapa yang terkenal seperti Adiputro, Laksana, New Armada dan lainnya punya desain body double decker masing-masing.
Sasis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 telah membuktikan diri sebagai salah satu pilihan yang tepat untuk membangun bus double decker yang berkualitas tinggi.
Dengan kombinasi antara kekuatan, keandalan, dan kenyamanan, sasis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 ini telah menjadi pilihan sasis bus double decker.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?
-
Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar
-
5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas
-
Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir
-
Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!
-
Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja
-
Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb
-
Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat