- Tiongkok membangun 35.000 pabrik pintar untuk meningkatkan otomatisasi dan konektivitas cerdas di berbagai sektor industri manufaktur nasional.
- Penerapan digitalisasi dan kecerdasan buatan terbukti mampu mengurangi tingkat cacat produk serta mempercepat siklus pengembangan produk secara signifikan.
- Industri otomotif dan sektor lainnya kini mengadopsi sistem otonom untuk meningkatkan efisiensi produksi hingga mencapai nilai ekonomi fantastis.
Suara.com - Tiongkok resmi membangun sistem pabrik pintar empat tingkat yang kini diterapkan secara luas di seluruh sektor manufaktur negara tersebut. Langkah strategis ini mencakup 35.000 pabrik tingkat dasar hingga 15 perusahaan unggulan yang terpilih dalam Program Pengembangan Pabrik Pintar Unggulan termasuk industri otomotif.
Program tersebut bertujuan membimbing para produsen menuju tingkat otomatisasi yang lebih tinggi melalui digitalisasi dan konektivitas cerdas. Data dari MIIT menunjukkan bahwa pabrik yang berpartisipasi telah berhasil mengurangi tingkat cacat produk rata-rata sebesar 47 persen sekaligus mempersingkat siklus pengembangan produk hingga 38 persen.
Kemampuan aplikasi AI kini telah dimasukkan ke dalam kriteria penilaian utama untuk pabrik tingkat atas. Implementasi terbaru menunjukkan pergeseran besar dari otomatisasi pabrik konvensional menuju sistem yang mampu melakukan analisis serta mendukung pengambilan keputusan secara otonom.
Salah satu contoh nyata terlihat pada industri pembuatan kapal di Hengli Shipbuilding Dalian. Tugas perencanaan yang sebelumnya membutuhkan dua orang ahli selama lebih dari dua minggu kini dapat diselesaikan oleh perangkat lunak AI dalam waktu sekitar 30 menit saja. Di sektor energi, platform digital bahkan mampu mengeluarkan peringatan potensi masalah delapan hingga dua belas jam sebelum gangguan muncul.
Sektor kendaraan energi baru atau mobil listrik menjadi salah satu prioritas utama dalam penerapan AI industri berskala besar ini. Industri otomotif Tiongkok kini menjadi contoh nyata manufaktur canggih yang sangat efisien. Sebagai gambaran, pabrik Avatr yang didukung teknologi AI 5G dilaporkan mampu memproduksi satu kendaraan setiap 60 detik melalui proses manufaktur yang sangat otomatis.
Pabrik kendaraan listrik milik Xiaomi juga terus menarik perhatian publik sebagai tujuan populer bagi pengunjung yang ingin mengamati produksi kendaraan otomatis berskala besar. Selain otomotif, peta jalan teknologi ini juga mencakup sektor kedirgantaraan, baja, hingga petrokimia.
Pejabat MIIT menyatakan bahwa pengembangan di masa depan akan mempercepat evolusi robot dan sistem kontrol industri menuju fungsi "agen cerdas" yang lebih otonom. Saat ini nilai industri peralatan manufaktur cerdas di Tiongkok telah melampaui 4,5 triliun yuan atau setara 665 miliar dolar AS yang menjadikannya salah satu sektor teknologi industri terbesar di dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BYD Ancam Takhta Toyota Setelah Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak Drastis
-
5 Motor Harga Paling Terjangkau untuk Pelajar, Awet tapi Nggak Malu-maluin
-
Dealer Belum Jelas, Merek EV EMMO Nekat Siapkan 4 Motor Listrik Baru di RI! Ada Model Lipat
-
Hyundai 'Memasak'! Siapkan Hatchback Murah Tampang ala Lamborghini
-
5 Motor 'Gaul' untuk Pelajar, Bikin Teman Seangkatan Noleh Dua Kali
-
Awas Bahaya Memaksa Mobil Jalan Ketika Muncul Gejala Ini saat Perjalanan Jauh
-
Suzuki Fronx Tampil Ganteng, Bawa Kamera Dashcam 4K dan Fitur ADAS Lengkap
-
Strategi Agresif Toyota Bendung Dominasi BYD dengan Luncurkan RAV4 PHEV Lebih Cepat
-
Bukan Sembarang MAXI, Skutik Premium Ini Padukan Wajah TMAX dengan Kaki-Kaki Ala Motor Trabasan
-
Siapkan Dompet! Mitsubishi Sedang Racik Pajero Versi Mini, Mobil Listrik dan Xpander Generasi Baru