Suara.com - Unit Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar beserta jajaran polsek se-Kota Makassar memusnahkan 6.801 buah knalpot brong yang disita dalam Operasi Patuh 2024, dengan cara dipotong-potong menggunakan mesin pemotong besi.
"Secara serentak kita melaksanakan pemusnahan di polres dan polsek jajaran. Seluruhnya, ada knalpot brong, knalpot bogar sebanyak 6.801 buah. Terdiri dari 6.325 knalpot sepeda motor, dan 476 buah knalpot mobil," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokh Ngajib di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 3 Oktober 2024.
Pemusnahan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan serta tidak sesuai standar SNI hasil, kata kapolres, hasil dari operasi sebulan terakhir di semua jajaran 14 polsek wilayah hukum Kota Makassar.
Pemusnahan ini bertuan agar knalpot brong tidak dapat digunakan serta pemiliknya disanksi tilang guna memberikan efek jera tidak menggunakan kembali knalpot racing pada kendaraannya.
"Ini merupakan hasil dari pada tindakan tegas kepada para pengemudi sepeda motor dan mobil yang menggunakan knalpot brong atau knalpot bogar. Karena sudah sangat mengganggu ketertiban umum. Tentunya, kami menghimbau masyarakat tidak menggunakan knalpot brong," tuturnya menyarankan.
Kombes Ngajib bilang, ribuan knalpot brong ini dimusnahkan sebagai bentuk pencegahan karena telah disalahgunakan pengendara apalagi digunakan balapan liar di jalan raya mengganggu ketertiban umum.
"Menggunakan knalpot brong atau knalpot bogar itu melanggar ketentuan lalu lintas, dan mengganggu ketertiban umum. Kami melarang masyarakat melakukan balapan liar. Apalagi dengan knalpot itu anak-anak muda pasti menggunakannya untuk balapan liar," paparnya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib bersama Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Direktur Lantas Polda Sulsel Kombes Pol I Made Agus Prasatya, dan Kasat Lantas Polrestabes Makassar Kompol Mamat Rahmat meresmikan Tugu Ikan Kakap Merah terbuat dari knalpot brong.
Tercatat ada 5.058 knalpot brong yang dikumpulkan selama satu tahun dari hasil sitaan petugas kepolisian kemudian dibentuk tugu seperti ikan selanjutnya diresmikan di Pos Lantas Fly Over Makassar perempatan Jalan Andi Pangeran Pettarani-Urip Sumoharjo pada 31 Juli 2024.
Baca Juga: Motor Ganteng Yamaha Ini Baru Ada di Malaysia, Harga Setara Lexi LX
Kapolres berharap hadirnya tugu ikan yang menjadi ikon baru di Kota Makassar dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menunjukkan komitmen dalam penindakan penggunaan knalpot tidak sesuai standar termasuk menekan kebisingan dan efek jera terhadap pelanggaran lalu lintas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra