Suara.com - Pasar skutik premium kembali bergejolak dengan hadirnya pemain baru yang siap menggoyang dominasi Honda PCX 160. Dialah GPX DZ3 2025 yang hadir sebagai jawaban bagi penggemar skutik premium yang mendambakan perpaduan sempurna antara desain futuristik, performa tangguh, dan fitur canggih dengan harga yang kompetitif.
Dilansir dari Sanook, GPX DZ3 2025 tampil dengan desain yang benar-benar fresh dan memukau dalam balutan warna Crayon Green yang eksotis. Jika dilihat sekilas, motor ini justru seperti gabungan antara Honda PCX dan ADV160.
Pada bagian setang mirip dengan pada Honda PCX. Lalu bodi-bodinya sekilas identik dengan Honda ADV 160.
Lekuk bodywork GPX DZ3 mencerminkan keseriusan produsen Thailand ini dalam menciptakan skutik premium berkelas dunia. Sistem pencahayaan Full LED tidak hanya memberikan pencahayaan optimal tetapi juga menambah kesan modern dan sophisticated pada tampilan skutik ini.
Berbicara tentang kenyamanan, GPX DZ3 2025 memberikan pengalaman berkendara yang superior. Jok didesain dengan cermat menggunakan area cekung yang disesuaikan dengan postur pengendara Asia, memberikan kenyamanan maksimal bahkan dalam perjalanan jarak jauh. Posisi berkendara yang ergonomis menjadi nilai plus tersendiri bagi skutik bongsor ini.
GPX DZ3 2025 tidak pelit soal fitur. Skutik ini dilengkapi dengan sistem pengereman ABS 2 saluran, Traction Control, speedometer LCD Reverse, dan sistem keyless dengan standar ketahanan IP67. Port USB Type-C di kompartemen depan memberikan solusi praktis untuk pengisian daya perangkat elektronik selama perjalanan.
Jantung pacu GPX DZ3 2025 menggunakan mesin HYPER-i berkapasitas 278,1 cc yang mewarisi DNA performa tinggi dari Vespa 300 HPE.
Dengan tenaga maksimum 24,1 hp pada 8.250 rpm dan torsi 24,5 Nm pada 6.250 rpm, skutik ini menawarkan performa yang mumpuni untuk berbagai kondisi berkendara.
Tangki bahan bakar berkapasitas 10,3 liter yang diletakkan di bagian depan tidak hanya mengoptimalkan ruang penyimpanan tetapi juga memberikan jangkauan berkendara yang lebih jauh.
Baca Juga: Honda SupraX 125 Kalah Irit dengan Saudaranya Sendiri, Konsumsi Bahan Bakarnya Tembus Segini
Soal harga, motor ini terbilang cukup menguras kantong. Di Thailand, motor ini dibanderol 99,8 ribu Baht atausekitar Rp 45,7 juta.
Jika motor ini hadir di Indonesia, apakah berniat untuk memboyongnya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan
-
Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?
-
Isuzu D-Max Rodeo Hadir dengan Mesin Diesel Terbaru Jawab Kebutuhan Operasional Medan Ekstrem
-
Harga Bak Bumi dan Langit: Motor Listrik MBG Emmo JVH Max vs Local Pride Polytron Fox, Mending Mana?
-
5 Mobil Bekas Keluaran 2016: Tak Bikin Tekor Meski Pakai BBM Non Subsidi, Mulai 80 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Gran Max Melejit 40 Persen Efek Program MBG
-
Daftar Koleksi Mobil dan Motor Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK
-
Di Balik Tampilan Garangnya, Motor Listrik Emmo BGN Punya Kembaran di China, Produk Rebadge?
-
Anggota DPR Dapat 2 Pelat Nomor Khusus: Demi Permudah Dalam Jalani Tugas