Suara.com - Siapa yang tidak kenal dengan skenario klasik ini - langit mendadak menggelap jelang jam pulang kantor, dan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Bagi para pengemudi mobil, situasi ini bukan sekadar masalah basah-basahan, tetapi membawa dilema tersendiri: haruskah mobil langsung dicuci setelah kehujanan, atau bisa ditunda sampai besok?
Mungkin banyak yang menganggap air hujan sebagai "pembersih alami" untuk mobil mereka. Namun, tahukah bahwa air hujan di daerah perkotaan menyimpan ancaman tersembunyi?
Berdasarkan laman autodetaildoctor, air hujan di kawasan urban mengandung tingkat keasaman yang cukup tinggi.
Kandungan asam ini bukanlah teman baik bagi lapisan cat mobil. Ketika air hujan yang mengandung asam ini dibiarkan mengering di permukaan mobil, prosesnya meninggalkan residu berbahaya yang dapat menggerogoti lapisan pelindung dan cat mobil secara perlahan namun pasti.
Membiarkan mobil basah setelah kehujanan tanpa tindakan pembersihan dapat memicu rangkaian masalah yang lebih serius.
Saat air hujan menguap, ia meninggalkan berbagai polutan dan kontaminan yang menempel pada permukaan cat. Yang lebih mengkhawatirkan, kandungan garam dalam air hujan dapat memulai proses korosi yang lambat namun destruktif.
Bayangkan ini sebagai "bom waktu" yang perlahan-lahan menggerogoti kesehatan eksterior mobil.
Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mencuci mobil setelah kehujanan? Jawabannya adalah secepat mungkin.
Minimal, kalian perlu membilas seluruh bodi mobil dengan air bersih untuk menghilangkan residu air hujan yang berbahaya.
Baca Juga: Ragnar Oratmangoen Ternyata Pernah Kepincut Mobil Listrik Warna Putih Rp 500 Jutaan
Jika memungkinkan, mampir ke tempat pencucian mobil untuk mendapatkan pembersihan menyeluruh, termasuk bagian interior, adalah pilihan terbaik. Tindakan preventif ini jauh lebih baik daripada harus berurusan dengan masalah yang lebih serius di kemudian hari.
Satu hal yang harus dihindari adalah membiarkan mobil yang terkena hujan tidak dicuci lebih dari 10 hari.
Penundaan yang terlalu lama akan mengakibatkan pembentukan kerak yang sulit dibersihkan. Kerak ini bukan hanya masalah estetika, tetapi juga dapat menjadi awal dari kerusakan yang lebih serius pada cat dan bodi mobil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Harga Mobil Nissan 2026: Livina dan Magnite Bikin Ngiler, Siapin Duit Segini
-
5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
-
Dari Calya hingga Alphard: Intip Daftar Harga Mobil Toyota 2026 Terbaru Terlengkap
-
4 Mobil Double Cabin yang Gagah, Tangguh, dan Fungsional untuk Penggunaan Harian
-
Mending Brio atau WR-V? Segini Harga Mobil Honda 2026
-
Budget Pas-pasan? Cek 5 Mobil Matic Bekas Ini, Ada Volvo Klasik yang Harganya Cuma 20 Jutaan!
-
Bingung Pilih Suzuki Satria atau GSX-S150? Tengok Dulu Daftar Harga Motor Suzuki 2026
-
5 Rekomendasi Mobil Hatchback Murah, Kuat Nanjak di Jalan Pegunungan Meski Full Penumpang
-
7 Mobil Bekas MPV Harga Rp50 Jutaan untuk Keluarga Besar, Mesin Paling Bandel dan Irit BBM
-
Ngidam KLX di 2026? Intip Harga Motor Kawasaki di Indonesia per Januari