Suara.com - Beberapa waktu lalu sempat heboh persoalan maling yang membongkar rahasia cara mengambil motor hasil rampasannya.
Kali ini, muncul lagi dari pelaku curanmor yang lainnya dan memberikan tips kepada korban agar tidak melakukan "ritual" ini saat parkir motor. Pengakuan ini diunggah oleh akun X lagi_mece.
Melalui pengakuan seorang mantan pelaku, terungkap fakta mencengangkan tentang mengapa motor matic menjadi target utama para pencuri.
"Ada pesan dari maling motor untuk para pengguna motor matic, ini tips langsung dari maling ya weh," tulis caption dari unggahan tersbeut.
Salah satu titik kritis yang sering luput dari perhatian pemilik adalah posisi kunci setang.
Mengejutkannya, orientasi kunci ke kiri atau kanan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda bagi para pelaku.
"Ketika setang terkunci ke kanan, proses pembobolan menjadi lebih sulit karena sistem penguncian ganda," jelasnya.
Sebaliknya, posisi kunci ke kiri relatif lebih mudah diakali menurut penuturan mantan maling motor tersebut.
Pelaku biasanya menggunakan alat sederhana seperti kunci T - perangkat yang mudah disembunyikan namun efektif untuk membobol sistem penguncian standar.
Baca Juga: Seganteng Vespa, Lebih Murah dari Beat: Daya Pikat Yamaha Janus Susah Ditepikan
Fakta ini menjadi alarm keras bagi pemilik motor matic untuk meningkatkan sistem keamanan kendaraannya.
Unggahan ini pun mengundang reaksi dari netizen di kolom komentar.
"Tips langsung dari ahlinya ya," tulis salah seorang netizen.
"Makasih bang sudah berbagi," timpal netizen lainnya.
Untuk menghindari hal itu, ada beberapa langkah krusial yang bisa diterapkan agar motor tetap aman:
- Pasang sistem pengaman tambahan seperti alarm atau gembok cakram
- Parkir di area yang terang dan ramai
- Hindari meninggalkan motor dalam waktu lama di tempat sepi
Keamanan motor Anda adalah investasi jangka panjang. Jangan tunggu sampai kehilangan untuk mulai peduli.
Terapkan tips pengamanan di atas, dan selalu waspada terhadap lingkungan sekitar saat memarkir kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Dwi Sasetyaningtyas Sebut Hidup Susah, Isi Garasi Mertuanya Syukur Iwantoro Bikin Geleng Kepala
-
Bukan Skutik Biasa, Yamaha Mio M3 Bawa Desain Carbon dan Warna Ngejreng, Segini Harganya
-
Bikin Tetangga Iri Pas Lebaran, Ini 3 Pilihan Motor Sport Seken yang Ramah Buat Pemula
-
Terpopuler: Kopdes Merah Putih Pakai Pikap, Geger Impor Mobil India Rp24 Triliun
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal