Suara.com - Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus mempercepat langkahnya untuk menuju transformasi ekonomi hijau. Yaitu dengan memfokuskan pada pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Direktur Deregulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dendy Apriandi menekankan adanya peluang besar, tantangan dan komitmen Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik.
“Berdasarkan statistik sampai dengan 2030 diproyeksikan penggunaan electric vehicle bisa mencapai 31,1 juta,” paparnya dalam Podcast On The Go di YouTube.
Beberapa catatan yang ditambahkan tentang proyeksi kendaraan listrik di Tanah Air untuk masa mendatang antara lain adalah kebutuhan 2-5 ribu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU yang perlu dibangun karena diperkirakan akan terjadi lonjakan penjualan KBLBB seiring program investasi KBLBB Roda 4.
Rencana Pembangunan SPKLU hingga 2030 juga perlu disesuaikan apabila Pemerintah berambisi memiliki populasi 2 juta KBLBB Roda 4 pada 2030.
Langkah Pemerintah adalah memberikan insentif terhadap kendaraan listrik seperti berbagai kebijakan fiskal dan non-fiskal yang telah diberlakukan untuk mempercepat adopsi KBLBB. Mulai dari diskon listrik dan subsidi Electric Vehicle atau EV dan masih banyak lagi.
Di satu sisi, ditinjau dari hasil survei Departemen Perindustrian tentang minat masyarakat Indonesia untuk membeli kendaraan listrik di Indonesia, diperoleh data bahwa keinginan untuk terus menggunakan sepeda motor berbahan bakar fosil mulai menurun secara bertahap. Kemudian permintaan untuk mobil listrik mulai bertambah secara bertahap setelah lima tahun. Dan mayoritas responden yang ingin membeli kendaraan listrik berencana menjadikannya sebagai kendaraan tambahan, bukan utama.
Terjadinya peningkatan permintaan kendaraan listrik di dalam negeri salah satunya didorong pemberlakuan kebijakan dukungan dan insentif kendaraan listrik. Berbagai insentif dan fasilitas untuk mendukung pengembangan ekosistem EV meningkatkan penjualan EV dan investasi ekosistem EV. Yaitu subsidi Rp 7 juta untuk kendaraan EV roda 2 dan subsidi lainnya untuk roda 4–di mana saat ini terbatas pada individu dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang memenuhi syarat; dengan kendaraan listrik harus memenuhi persyaratan produksi lokal minimum.
Di sisi lain, meskipun terjadi lonjakan adopsi kendaraan listrik di Indonesia akan tetapi masih banyak juga keterbatasan yang dimiliki sehingga ini menjadi tantangan terhadap penggunaan transportasi listrik.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Ekosistem Sustainable Aviation Fuel Indonesia
“Tantangan utama yang dihadapi meliputi biaya tinggi, keterbatasan infrastruktur pengisian daya, dan kebutuhan akan peningkatan komponen lokal," tandas Dendy.
Indonesia menargetkan 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik beroperasi pada 2030, sejalan dengan roadmap menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Pemerintah juga telah menetapkan 100% bauran energi terbarukan (EBT) pada 2060 untuk mendukung agenda ini.
Dendy juga mengatakan investasi dalam ekosistem baterai, termasuk pembangunan pabrik sel baterai di Karawang, yang menjadi kunci dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan upaya pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik di Indonesia diproyeksikan tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, namun menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi hijau di masa depan.
"Dengan kolaborasi lintas sektor, kami optimis transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik akan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di masa depan," tandasnya.
Sampai saat ini, data tentang perusahaan KBLBB yang sudah mengajukan Insentif sesuai Permeninvest No. 6 Tahun 2023 tentang insentif impor KBLBB adalah PT BYD Auto Indonesia, dengan jumlah total pengimporan pertama 25.000 unit dari total pengajuan 100.000 unit. Kemudian PT Vinfast Automobile Indonesia, total pengimporan pertama 6.390 unit dari total pengajuan 27.390 unit. Berikutnya ada PT National Assemblers untuk brand Citroen dengan jumlah total periode pengimporan pertama 1.200 Unit dari total pengajuan 4.800 Unit, PT National Assemblers untuk merek AION yang mengimpor perdana 1.248 unit dari total pengajuan 17.200 Unit, PT National Assemblers untuk merek Maxus dengan jumlah total untuk periode pengimporan pertama 150 unit dari total pengajuan 600 unit, serta PT National Assemblers yang membawa brand Volkswagen, dengan jumlah total periode pengimporan awal 1.600 unit dari total pengajuan 6.400 unit.
Berita Terkait
-
Pertamina Perkuat Ekosistem Sustainable Aviation Fuel Indonesia
-
Utamakan Aspek Lingkungan, Pertamina Dukung Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung
-
Konsisten Terapkan ESG, Pertamina Group Diakui Global
-
Dukung Kebijakan Pemerintah, Kilang Pertamina Internasional Produksi B40
-
Pertamina Raih Penghargaan Internasional Bidang Investor Relations
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
6 Mobil Diesel Paling Awet untuk Jangka Panjang, Bandel dan Minim Rewel
-
Penjualan LCGC Turun, Honda Nilai Kenaikan Harga BBM Bisa Jadi Peluang Baru
-
7 Cara Menghemat BBM Motor Matic untuk Aktivitas Harian yang Lebih Irit
-
Lamborghini Coret Rencana Supercar Listrik Demi Kembangkan Penantang Ferrari
-
Changan Deepal S07 SUV Listrik Mewah dengan Teknologi Canggih dan Harga Kompetitif
-
Pulang Mudik Lebaran? Segera Cek 4 Bagian Vital Mobil Ini Biar Mesin Tetap Awet
-
Apa Saja yang Perlu Disiapkan sebelum Beli Mobil Listrik Bekas?
-
Bos Baru Honda Klaim Siapkan Portofolio Produk yang Lebih Terarah untuk Pasar Indonesia
-
Inovasi Mobil Niaga Listrik Siap Ramaikan Pameran Giicomvec 2026 di Jakarta
-
Imbas Krisis, Volkswagen Berencana Ubah Pabrik Mobil Jadi Pembuat Iron Dome