Suara.com - Elon Musk kembali menuai kontroversi di Eropa setelah pernyataannya tentang "rasa bersalah Nazi", yang disampaikan hanya beberapa hari sebelum peringatan pembebasan kamp konsentrasi Auschwitz.
Pernyataan Musk ini datang setelah sebelumnya ia dituduh memberikan salam Nazi dalam dua kesempatan saat pelantikan Presiden Donald Trump pada 20 Januari lalu.
Dilansir dari UNILAD, CEO Tesla itu juga mendapat kritik dari produsen mobil lain setelah menyatakan dukungannya terhadap partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD), yang ia sebut sebagai "satu-satunya penyelamat" Jerman.
Seruan Boikot Tesla di Polandia
Pernyataan terbaru Musk memicu reaksi keras, terutama dari Polandia. Menteri Olahraga dan Pariwisata Polandia, Sawomir Nitras, menyerukan boikot nasional terhadap Tesla, dengan menyatakan bahwa "tidak ada warga Polandia yang waras" yang seharusnya membeli mobil Tesla setelah pernyataan Musk.
Dalam pidato virtualnya untuk kampanye AfD, Musk mengatakan bahwa Jerman terlalu fokus pada rasa bersalah masa lalu, yang menurutnya harus segera ditinggalkan.
"Anak-anak tidak seharusnya menanggung dosa orang tua atau bahkan kakek-nenek mereka," ujar Musk.
Pernyataan tersebut mencerminkan narasi yang sering digunakan kelompok sayap kanan Jerman untuk menghapus Erinnerungskultur, atau "budaya peringatan" terhadap kejahatan Nazi.
Seruan boikot terhadap Tesla semakin menguat di Polandia, terutama karena pernyataan Musk disampaikan hanya dua hari sebelum peringatan 80 tahun pembebasan Auschwitz pada 27 Januari.
Baca Juga: Apa Itu Vine? Saingan TikTok yang Ingin Dibangkitkan Elon Musk
Sekitar 1,1 juta orang—kebanyakan Yahudi—dibunuh di kamp tersebut antara tahun 1940 hingga 1945.
Kecaman dari Pejabat Polandia dan Eropa
Menteri Slawomir Nitras menegaskan bahwa Musk, dengan kekayaannya yang luar biasa, mungkin tidak memahami ancaman nyata dari kebangkitan ekstremisme.
"Namun bagi orang-orang biasa yang hidup di jantung Eropa dan mengingat apa yang terjadi 80 tahun lalu, pernyataan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja," katanya.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk juga mengecam Musk, menyebut ucapannya "menakutkan dan berbahaya, terutama hanya beberapa jam sebelum peringatan pembebasan Auschwitz."
Kontroversi ini berpotensi merusak citra Tesla di Eropa, terutama di negara-negara yang memiliki sejarah kuat dalam menentang ekstremisme sayap kanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kejutan Data Gaikindo 2026: Mobil 7 Penumpang Jadi Raja, Honda Brio Turun Tahta
-
Chery Q Siap Ancam Dominasi BYD Atto 1 di Segmen Mobil Listrik Murah Rp 200 Jutaan
-
Terpopuler: Mobil Matic Transmisi Awet, Harga Mobil Naik, Drama MotoGP Memanas
-
Mitsubishi Mirage vs Honda Brio vs Nissan March, Mana Transmisi Matic yang Paling Awet?
-
Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?
-
BYD M6 Kini Punya Varian Plug In Hybrid, Sanggup Tempuh 1.800 Kilometer Sekali Isi Bensin
-
BYD Atto 1 Minggir Dulu, Ini Mobil Listrik Paling Diminati di Indonesia
-
Kesaksian Horor Bagnaia usai Crash Zarco di MotoGP Catalunya: Kakinya Hancur, Nyangkut di Motor
-
Penjualan Global Chery Meroket Ditopang Mobil Listrik dan Hybrid
-
Senjata Yamaha dan Suzuki untuk Tandingi Honda CB150X, Mana yang Lebih Bertaji?