Suara.com - Ban motor merupakan salah satu komponen paling vital pada kendaraan roda dua. Tanpa ban yang layak pakai, motor tentu tidak bisa digunakan dengan aman dan nyaman.
Lebih dari itu, kondisi ban sangat memengaruhi keselamatan berkendara. Ban yang aus, retak, atau gundul bisa meningkatkan risiko tergelincir, terutama saat hujan atau melintasi jalan licin.
Sayangnya, masih banyak pengendara yang menunda mengganti ban dengan alasan masih bisa dipakai atau masih bisa ditambal.
Padahal, ban yang sudah tidak prima dapat mengurangi daya cengkeram terhadap aspal dan membuat pengereman kurang maksimal. Kondisi itu bisa menyebabkan kecelakaan.
Karenanya penting untuk disadari kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mengganti ban motor?
Kapan Harus Ganti Ban Motor?
Ada beberapa kriteria ban motor harus segera diganti. Tujuannya jelas untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara. Berikut beberapa kriteria yang menunjukkan kapan harus ganti ban motor.
1. Alur Ban Sudah Menipis atau Gundul
Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah kondisi alur atau tapak ban. Jika alurnya sudah menipis, hampir hilang, atau terlihat gundul, itu tanda kuat bahwa ban perlu segera diganti.
Alur ban berfungsi untuk membuang air saat melintasi jalan basah. Jika alurnya habis, risiko aquaplaning atau ban kehilangan traksi akan semakin besar.
Baca Juga: Ban Sepeda yang Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Terjangkau
Motor bisa mudah selip, terutama saat menikung atau mengerem mendadak di musim hujan. Jika Anda mulai merasakan motor lebih licin dari biasanya, jangan tunda untuk mengganti ban demi keselamatan.
2. Jarak Tempuh Sudah Melebihi Batas Rekomendasi
Secara umum, ban depan direkomendasikan diganti setelah menempuh jarak sekitar 12.000 km, sedangkan ban belakang sekitar 10.000 km.
Ban belakang biasanya lebih cepat aus karena menopang beban dan menerima dorongan tenaga mesin.
Meski begitu, patokan jarak tempuh tidak selalu mutlak. Jika kondisi ban masih tebal dan tidak ada retakan atau benjolan, penggunaannya bisa dipertimbangkan. Namun, tetap lakukan pengecekan rutin agar performa motor tetap optimal.
3. Usia Ban Sudah 1,5–2 Tahun
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terpopuler: Mobil CVT Badak Jarang Putus Belt, Penjegal NMax dan PCX dari Suzuki
-
Apa Keunggulan Suzuki Burgman 15 Dibanding PCX dan NMAX?
-
3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV
-
Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan
-
Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?
-
Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi
-
Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?
-
Seberapa Kompetitif Suzuki Burgman 15 untuk Ladeni PCX dan Nmax? Begini Komparasinya
-
Spesialis Jalan Jelek: X-Ride vs BeAT Street vs NEX Crossover Mending Mana?
-
Nongol di Dealer, Honda Punya Penantang Yamaha X-Ride: Segini Harganya