Suara.com - Tesla memang sempat memimpin pasar mobil listrik global sebelum 2024. Meski begitu, Tesla mengalami penurunan pasar signifikan terutama di Eropa.
Pasar Tesla di Jerman bahkan anjlok hingga 70 persen. Ternyata tak hanya faktor kompetitor, pilihan politik Elon Musk juga menjadi penyebab penurunan performa penjualan Tesla.
Dukungannya terhadap tokoh dan partai sayap kanan di Inggris dan Jerman, ditambah dengan keterlibatannya dalam debat politik AS, kemungkinan telah menjauhkan banyak calon pembeli.
Pengiriman Tesla di Jerman anjlok pada Februari 2025 hingga 70 persen dibandingkan tahun lalu. Hanya 1.429 Tesla baru yang terdaftar pada periode tersebut. Ini sangat kontras dengan lebih dari 6.000 unit yang dikirimkan pada bulan Februari 2024.
Menurut laporan Electrec, Tesla mengalami penurunan 43 hingga 45 persen di beberapa negara Eropa yaitu Norwegia, Spanyol, Swedia, Denmark, dan Portugal. Penurunan tajam itu terjadi pada periode Januari dan Februari 2025.
Penurunan tajam terjadi di Jerman dengan pertumbuhan YoY minus 70,6 persen. Berbanding 180 derajat, produsen mobil listrik asal China, BYD, meraih keuntungan besar di Eropa. Mereka bahkan berambisi meningkatkan penjualan lebih dari dua kali lipat pada 2025.
BYD diperkirakan mampu menaikkan penjualan hingga empat kali lipat pada 2029 mendatang. Pengiriman BYD diprediksi meningkat dari 83.000 unit pada tahun 2024 menjadi 186.000 pada 2025 di Eropa.
Dikutip dari ArenaEV, dukungan politik CEO Tesla Elon Musk di Jerman mungkin turut berperan dalam menambah kerumitan. Dukungan Musk untuk partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) selama pemilihan umum baru-baru ini tampaknya telah membuat calon konsumen menjauh.
Selain itu, pergantian Model Y anyar kemungkinan juga berperan. Inggris adalah satu-satunya negara yang menunjukkan sedikit peningkatan, ketika sebagian besar pasar utama lain mengalami penurunan signifikan. Penjualan Tesla di Inggris meningkat 7,7 persen pada Januari dan Februari 2025.
Baca Juga: Penjualan Kendaraan Listrik Toyota Mulai Ungguli Tesla, tapi...
Performa penjualan Tesla yang memburuk juga mempengaruhi harga saham perusahaan. Saham Tesla (TSLA) turun sebesar 25,44 persen dalam 30 hari terakhir. Cukup menarik apakah Elon Musk dapat mendongkrak performa Tesla atau tidak. Elon Musk sendiri diketahui menjadi 'tangan kanan' Donald Trump di Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Pertanda Mobil Bekas Pernah Kena Banjir: Wajib Tahu sebelum Beli untuk Mudik Lebaran
-
Janji Manis ke Buruh Sritex Disorot Kembali: Intip Mobil Mewah Wamenaker Noel, Harganya Setara 15 Unit Brio
-
Donald Trump Gemparkan Kongres: Klaim "Amerika Telah Kembali" dan Puji Elon Musk, Demokrat Walk Out
-
Miris! Ibu dan Anak Selamat dari Maut, Malah Dicecar Ketua RW
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Daihatsu Feroza Berapa CC? Segini Harganya di 2025, Masih Gagah Buat Retro Style!
-
6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
-
Pilih Mana? Ini Perbedaan Harga, Spesifikasi, dan Fitur Mitsubishi Xpander vs Xpander Cross 2026!
-
Diskon Opsen Turun, Harga LCGG Daihatsu Berpotensi Naik Hingga Rp 8 Juta
-
Lebih Murah dari M6 dan Cloud EV, Harga Mobil Listrik Polytron Mulai Berapa?
-
Jajaran Mobil Listrik yang Meluncur di IIMS 2026, Dari SUV Sampai Mobil Perkotaan
-
Rexco Tawarkan Solusi Perawatan Kendaraan untuk Mobil Listrik di IIMS 2026
-
Spesifikasi dan Harga Motor Listrik Polytron, Mulai Rp11 Jutaan
-
Suzuki XBee Mobil Berdimensi Mini yang Curi Perhatian dengan Teknologi Mild Hybrid
-
Buat Keluarga Mending Xenia apa Luxio? Intip Harga Mobil Daihatsu Terbaru Februari 2026