Suara.com - Kawasaki KLX masih saat ini masih menjadi primadona di sektor motor trail. Namun seiring berjalannya waktu, sosok pesaing dari pabrikan motor asal China datang untuk menantang Kawasaki KLX dengan harga setara mobil.
Dilansir dari 2banh.vn, dialah Kove MX250 dan MX450. Kedua motor ini hadir dalam seri MX yang dirancang bukan hanya untuk tampil beda dari kompetitor, namun siap merebut hati konsumen.
Dari tampilan saja, MX Series ini sudah mampu membuat mata terpaku. Bodi kekar dengan desain agresif serta modern membuat motor ini cocok untuk bersaing dengan Kawasaki KLX.
Tak hanya sekadar gaya, Kove juga menghadirkan build quality premium yang mampu bersaing dengan merek-merek asal Eropa maupun Jepang.
Apalagi Kove juga telah lolos dan mendapatkan sertifikasi Eropa. Sesuatu yang jarang dimiliki oleh motor trail buatan negeri Tirai Bambu.
Masuk ke sektor performa, Kove tak main-main. Motor ini dibekali mesin yang mampu menyemburkan tenaga 41 hp pada 12.000 rpm. Lalu sang kakak, mampu menghasilkan tenaga lebih buas dengan output 65,3 hp pada 9.500 rpm.
Semua ini disalurkan lewat transmisi 6-percepatan, lengkap dengan electric starter untuk kemudahan saat memulai petualangan.
Soal kapasitas tangki, motor ini memiliki muatan yang cukup lumayan yakni 7 liter. Dengan tangki sebesar ini, cukup untuk menjelajah jalur-jalur ekstrem tanpa perlu sering mengisi ulang.
Komponen yang digunakan pun bukan kaleng-kaleng. Kove mempercayakan sistem suspensinya pada YU-AN, dengan travel suspension mencapai 310 mm—cocok untuk menaklukkan medan terjal dan berbatu.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Bekas April 2025: Harga Dibawah Motor 250 cc, Mesin Bandel tapi Irit
Sistem pengeremannya menggunakan merek premium TAISCO, dengan kaliper dua piston di depan dan satu piston di belakang. Hal ini tentunya membawa aura mahal pada motor trail ini.
Roda depan berukuran 21 inci dan belakang 19 inci, dikombinasikan dengan ban khusus off-road yang dirancang untuk memberikan traksi maksimal di segala jenis medan.
Dari sisi konstruksi, Kove menggunakan rangka baja kuat dengan subframe aluminium ringan yang meningkatkan kelincahan dan stabilitas.
Swingarm yang digunakan juga dibuat dari material ringan namun tahan lama. Hal ini tentunya bakal membuat pengguna akan nyaman saat mengendarinya.
Semua itu dibungkus dalam finishing rapi dan kokoh, menandakan bahwa Kove serius dalam menciptakan motor yang tak hanya bertenaga, tapi juga tahan banting.
Lalu bagaimana dengan harga? Di sinilah Kove kembali mencuri perhatian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan