Suara.com - Industri otomotif di Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar, dipicu oleh pergeseran kebutuhan konsumen, tren elektrifikasi, dan penetrasi teknologi digital. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memproyeksikan penjualan mobil baru sebanyak 900.000 unit di tahun 2025.
Proyeksi pertumbuhan pasar otomotif yang positif ini memberikan motivasi yang kuat bagi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) untuk terus tampil sebagai salah satu pemain utama di tengah persaingan yang semakin kompetitif.
Dalam upayanya tersebut, MMKSI berkomitmen untuk secara berkelanjutan meningkatkan kualitas dan keandalan tidak hanya dari sisi produk kendaraan yang ditawarkan, tetapi juga dari aspek layanan penjualan serta dukungan purna jual.
"Hal ini bertujuan agar konsumen di Indonesia dapat merasakan pengalaman kepemilikan kendaraan yang optimal, memuaskan, dan terpercaya, sesuai dengan standar global Mitsubishi Motors yang selalu mengedepankan inovasi, kenyamanan, dan kepuasan pelanggan," tutur Atsushi Kurita, President Director PT MMKSI.
MMKSI menetapkan target ambisius untuk tahun 2025, yakni mencapai angka penjualan unit kendaraan yang lebih tinggi dibandingkan pencapaian di tahun 2024. Selain meningkatkan volume penjualan, MMKSI juga membidik pencapaian pangsa pasar sebesar 10% sebagai bagian dari strategi ekspansi mereka di industri otomotif nasional. Untuk merealisasikan target tersebut, MMKSI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
"Salah satunya dengan menghadirkan berbagai model kendaraan terbaru yang menjadi andalan, termasuk peluncuran satu atau lebih model yang benar-benar baru dan belum pernah dipasarkan sebelumnya di Indonesia," sambungnya.
Selain inovasi produk, perusahaan juga akan berfokus pada peningkatan kemudahan bagi konsumen dalam proses kepemilikan kendaraan. Hal ini dilakukan melalui penyediaan beragam program penjualan menarik dan fleksibel, yang mencakup uang muka ringan-bunga ringan–lucky draw- hingga dukungan program pembiayaan.
MMKSI juga berencana untuk memperkuat pendekatan langsung kepada konsumen melalui peningkatan intensitas penyelenggaraan event pameran kendaraan. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin setiap bulan dan tersebar di berbagai wilayah strategis di seluruh Indonesia, guna menjangkau pasar yang lebih luas dan memperkuat kehadiran merek di tingkat regional.
Melalui kolaborasi erat dengan jaringan diler resmi, MMKSI tidak hanya bertujuan untuk menarik perhatian konsumen baru, tetapi juga berfokus pada peningkatan angka pembelian ulang dari para pelanggan loyal yang sebelumnya telah menggunakan model-model andalan Mitsubishi. Model-model tersebut mencakup lini kendaraan backbone seperti Mitsubishi Xpander, Pajero Sport, Xforce, L300, hingga Triton, yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan.
Baca Juga: Penjualan Mobil Anjlok: Industri Dorong Insentif Lebih Luas
Di samping itu, MMKSI juga akan mengoptimalkan kembali potensi besar yang ada di segmen penjualan fleet atau armada, khususnya dengan menawarkan solusi kendaraan untuk proyek-proyek berskala besar, baik di sektor konstruksi, pertambangan, maupun proyek infrastruktur pemerintah dan swasta. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi Mitsubishi dalam berbagai lini pasar serta memperluas penetrasi merek di segmen komersial dan korporat.
Dari sisi peningkatan pengalaman konsumen, MMKSI memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kualitas terbaik di setiap tahap titik interaksi dengan konsumen. Mulai dari layanan pembelian hingga purna jual, baik melalui aktivitas offline-tatap muka, hingga aktivitas berbasis online dan digital secara mulus, sehingga konsumen dapat merasakan manfaat dari kemudahan mendapatkan layanan MMKSI.
Kepastian ketersediaan layanan dengan standar Mitsubishi Motors untuk konsumen di seluruh Indonesia akan dilanjutkan dengan penambahan 13 jaringan diler menjadi total 188 outlet, yang didukung 29 fasilitas Mitsubishi Bodi & Cat, serta 5 authorized part shop pada akhir tahun fiskal 2025. Kesemua layanan dan fasilitas yang disediakan MMKSI akan dapat dirasakan dan berjalan maksimal untuk konsumen dengan kualitas humanware yang mumpuni. Untuk itu MMKSI akan terus meningkatkan kualitas humanware berbasis hasil survey yang dilakukan melalui aspek indeks kepuasan penjualan, indeks kepuasan konsumen, skor loyalitas konsumen, dan juga evaluasi fasilitas diler.
Guna mendukung kualitas hidup pengguna diberbagai aktivitas dan kegiatan dengan memastikan kondisi kendaraan konsumen dalam kondisi baik dengan melakukan perawatan resmi di bengkel resmi Mitsubishi Motors, MMKSI memperkirakan jumlah kedatangan unit untuk melakukan servis di bengkel resmi Mitsubishi Motors (Service Incoming Unit/ SIU) akan mencapai terus naik, begitu pula dengan penjualan suku cadang resmi, dan juga skor CSI.
Sebagai catatan, di tahun 2024 yang penuh dengan tantangan, MMKSI berhasil mencatat penjualan 71.451 unit pada periode April 2024-Maret 2025, dan menjaga posisi pangsa pasar positif di tiap segmen pasar otomotif Indonesia sebesar 8,2%. Capaian tersebut terdiri dari penjualan kendaraan penumpang sebanyak 49.559 unit, dan kendaraan niaga ringan sebanyak 21.892 unit dengan rincian sebagai berikut:
Sisi purnajual MMKSI juga meraih capaian positif, di mana pada tahun 2024 total kendaraan datang ke diler resmi untuk melakukan servis dan perawatan - naik sebesar 3%. Selain itu, pertumbuhan penjualan suku cadang, aksesoris dan genuine part naik sebesar 2% dibandingkan dengan tahun fiskal 2023. Dari sisi skor indeks kepuasan konsumen / Customer Satisfaction Index (CSI), MMKSI menerima peningkatan sebesar 13 poin dari sebelumnya di tahun 2023. Lalu berkat penerapan “Passion to Care’” melalui layanan secara menyeluruh di tahun 2024, Net Promotor Score (NPS) MMKSI naik 22,7 poin dibanding tahun sebelumnya, dengan skor akhir 66,7 poin. Hal tersebut tentunya menjadi motivasi MMKSI untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan layanan yang sudah ada.
Berita Terkait
-
Mitsubishi Goda Konsumen Lewat Mystery Box, Tanda Kehadiran DST Concept Semakin Dekat ?
-
Gaikindo Akui Situasi Industri Otomotif Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
-
Peserta GIIAS 2025 Masih Pakai Tenda, Gaikindo Rencanakan Pindah Lokasi Pameran Tahun Depan
-
GIIAS 2025 Kebanjiran Merek Pendatang Baru, Mampu Gairahkan Industri Otomotif ?
-
Pasar Otomotif Indonesia Masih Lesu, Penjualan Mobil Turun 15 Persen
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
KIA Rio vs Grand Avega Hatchback, Mending Mana? Segini Harga dan Pajaknya
-
Terpopuler: 5 Mobil Kecil Bekas Terbaik untuk Lansia, Update Harga BYD Januari 2026
-
Harga Fantastis, Performa Juara: Intip Harga Terbaru Subaru Generasi Baru yang Bikin Melongo
-
XPeng P7+ 2026 Meluncur: Lebih Kencang dari Pajero, Jarak Tempuh hingga 1.550 km
-
4 Mobil Sebandel Panther dengan Desain Lebih Modern, Cocok di Jalanan Menanjak
-
5 Mobil Keluarga Kuat di Tanjakan dan Perjalanan Jauh, Sparepart Melimpah
-
4 Pilihan Mobil Bekas dengan AC Paling Dingin, Harga Mulai Rp50 Jutaan
-
5 Rekomendasi Motor Bekas dengan Body Gagah, Bisa Dibeli Modal Budget Rp10 Jutaan
-
5 Pilihan Mobil Bekas dengan Sparepart Paling Melimpah di Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil MPV Bekas Pintu Geser Harga di Bawah 100 Juta: Ramah Lansia dan Anak