Suara.com - Kalau selama ini motor bebek identik dengan mobilitas harian yang kalem dan irit, Filipina punya pendekatan yang cukup unik dan menggoda.
Di sana, tren “ayago trail” sedang menjamur, yakni motor bebek dengan modifikasi khas off-road, tapi tetap mempertahankan esensi simpel dan fungsional.
Salah satu model paling ikonik dari tren ini adalah Honda XRM 125, motor yang secara garis besar bisa disebut sebagai Honda Supra X versi trail.
Honda XRM 125 tampil seperti hasil perkawinan antara Suzuki Satria dan Supra X, tapi dengan sentuhan petualang.
Desain rampingnya dipadukan dengan atribut khas off-road, mulai dari ban tahu model tube type ukuran 2.50-17 di depan dan belakang, spakbor anti lumpur, serta velg jari-jari yang siap diajak main tanah.
Meski tampil garang, motor ini tetap mempertahankan ergonomi motor bebek pada umumnya, termasuk setang tinggi dan jok panjang yang nyaman untuk dua orang.
Dapur Pacunya Supra Banget
Urusan dapur pacu, XRM 125 membawa mesin 4-tak SOHC berkapasitas 125 cc dengan rasio kompresi 9.3:1. Tenaganya mencapai 7.12 kW pada 7.500 rpm dan torsi maksimum sebesar 9.55 Nm di 6.500 rpm.
Sistem bahan bakar sudah injeksi (PGM-FI), dan konsumsi bensinnya tergolong irit, yakni sekitar 65,4 km/liter. Sistem starter juga fleksibel, bisa elektrik maupun kick, membuatnya tetap andal meski dipakai di medan ekstrem.
Baca Juga: Setajam Moge R-Series, Aerox Minggir Dulu: Inikah Wujud Motor Bebek Yamaha MX King 155 Terbaru?
Transmisinya menggunakan tipe manual 4-percepatan berkonfigurasi rotary (N-1-2-3-4), cocok untuk pemula maupun yang sudah terbiasa naik motor bebek.
Suspensi depan teleskopik dan belakang twin shock membuatnya tangguh di jalanan tidak rata, dan rem cakram depan dengan tromol di belakang memberikan kontrol yang cukup baik, baik di jalan aspal maupun jalur semi off-road.
Dengan dimensi panjang 1.933 mm, lebar 833 mm, dan tinggi 1.049 mm, serta berat hanya 102 kg, XRM 125 mudah dikendalikan.
Tinggi jok 775 mm dan ground clearance 145 mm membuatnya pas untuk pengendara berpostur sedang.
Kapasitas tangkinya 3.9 liter, cukup untuk dibawa touring ringan atau aktivitas harian tanpa harus sering isi ulang.
Yang menarik, harga Honda XRM 125 di Filipina setara dengan Honda Beat di Indonesia, yakni sekitar Rp20,5 jutaan.
Berita Terkait
-
Setajam Moge R-Series, Aerox Minggir Dulu: Inikah Wujud Motor Bebek Yamaha MX King 155 Terbaru?
-
Tak Cuma Toyota, Ada Juga Honda Innova: Harganya Murah, Mesinnya Irit dan Bandel!
-
Lupakan BeAT Baru! 5 Motor Bekas Ini Bagasinya Luas, Harganya Cuma Rp5 Jutaan
-
Rp7 Juta Dapat Motor Apa? Ini 5 Rekomendasi Motor Bekas Murah dan Irit BBM
-
Semewah PCX, Lebih Murah dari Beat: Motor Bekas dari Honda Satu Ini Harganya Cuma Rp15 Jutaan
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?