Suara.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) akan memanfaatkan Proving Ground BPLJSKB (Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor) di Bekasi untuk fasilitas uji kendaraan yang berstandar internasional.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Yusuf Nugroho, menyampaikan bahwa proyek pengembangan proving ground di BPLJSKB akan mulai beroperasi tahun ini.
“Ya, jadi proyek pengembangan proving ground di BPLJSKB ini direncanakan akan mulai dioperasikan tahun ini, di mana pekerjaan ini sudah dilaksanakan semenjak tahun 2023,” ujar Yusuf, di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (26 Juli 2025).
Proving Ground ini dibangun melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang dirancang untuk memenuhi standar ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA), sehingga hasil pengujian kendaraan di Indonesia dapat diakui di seluruh negara Asean.
Selain itu dengan memanfaatkan fasilitas proving ground di BPLJSKB, pengujian tipe kendaraan tidak lagi perlu dilakukan di luar negeri yang selama ini menimbulkan kendala biaya dan hambatan teknis ekspor.
“Tentunya dengan adanya ini (Proving Ground BPLJSKB), kita menjadi sangat efisien. Biasanya kalau kita uji emisi di negara lain itu, kita harus bawa mesin, tenaga kerja, sewa tempat, dan lain sebagainya yang mengeluarkan cost yang besar sekali,” ujar Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT IAMI.
Lebih lanjut, Erlangga menyebut bahwa perusahaan menyambut baik kehadiran proving ground sebagai sarana penting untuk menjaga kualitas dan keamanan kendaraan Isuzu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Keberadaan fasilitas ini di Indonesia juga diyakini dapat mempercepat proses validasi teknis sesuai regulasi global dan ASEAN, sehingga produk-produk Isuzu menjadi lebih kompetitif tidak hanya di pasar nasional tetapi juga internasional.
Pemanfaatan proving ground ini tidak hanya mendukung efisiensi biaya, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi Isuzu dalam mengurangi emisi, meningkatkan keselamatan lalu lintas, serta menerapkan standar emisi terbaru. Langkah ini sejalan dengan agenda pelestarian lingkungan dan pengembangan teknologi otomotif masa depan.
Baca Juga: Mitsubishi Fuso Perkenalkan Charger Mobile untuk Truk Listrik eCanter di GIIAS 2025
Dengan target operasional pada Agustus 2025, Proving Ground BPLJSKB diharapkan menjadi pusat pengujian kendaraan paling modern di Asia Tenggara sekaligus pendorong penguatan industri otomotif nasional dalam rantai pasok global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional