- Viral aksi rombongan NMAX setop bus di tikungan yang menuai kecaman keras dari publik.
- Ahli safety riding beberkan aturan emas touring yang benar agar tidak arogan di jalan.
- Touring tidak punya hak prioritas di jalan raya dan bisa dipidana jika membahayakan orang lain.
Seorang RC dan Sweeper bukanlah sekadar penunjuk jalan atau penjaga barisan.
"RC dan Sweeper harus menguasai simbol signal touring dan mengetahui skill berkendara anggota kelompoknya," tegas Iqbal.
Mereka adalah komandan di lapangan yang bertugas memastikan semua anggota aman, memahami sinyal tangan, dan mampu mengantisipasi kemampuan setiap individu dalam rombongan.
3. Kuasai Medan Perang: Jangan Asal Gas, Kenali Jalurnya!
Touring buta tanpa persiapan adalah resep menuju bencana.
"RC dan sweeper harus mengetahui medan dan jalur yg akan dilewati," lanjutnya.
Mengetahui kondisi jalan, titik rawan (seperti tikungan buta atau tanjakan curam), dan lokasi istirahat adalah kunci untuk perjalanan yang mulus dan aman.
4. Keselamatan Nomor Satu: Tanggung Jawab Bukan Cuma Slogan
Peran terpenting dari pemimpin rombongan adalah memastikan semua pulang dengan selamat.
Baca Juga: Yamaha XMAX Connected TechMAX Masih Inden, Konsumen Baru Terima Unit November
"RC dan sweeper bertanggung jawab atas keselamatan anggota rombongannya," kata Iqbal.
Tanggung jawab ini berarti mereka harus berani mengambil keputusan sulit, seperti menunda perjalanan jika cuaca buruk atau melarang anggota yang ugal-ugalan untuk melanjutkan perjalanan.
Touring Bukan Raja Jalanan, Melanggar Bisa Dipidana
Muhammad Ali Iqbal memberikan penekanan keras terkait insiden viral tersebut.
"Dalam video tersebut sangatlah berbahaya dan salah dalam melakukan tindakan tersebut dikarenakan membahayakan rombongan dan juga pengendara lain (Bus)," ungkapnya.
Ia juga meluruskan miskonsepsi yang sering terjadi di kalangan komunitas motor.
"Dan tidak ada aturan dalam perundang-undangan bahwa rombongan touring wajib di prioritaskan di jalan raya." tambahnya.
Ini adalah poin krusial. Tidak ada satu pun pasal dalam undang-undang lalu lintas yang memberikan hak istimewa bagi rombongan touring sipil, kecuali jika mendapat pengawalan resmi dari pihak kepolisian.
Bahkan, tindakan yang membahayakan bisa berujung serius.
"Apabila rombongan touring membahayakan pengendara lain dapat ditindak pidana apalagi sampai melanggar aturan lalu lintas," tutup Iqbal.
Jadi, sebelum Anda dan teman-teman komunitas memutuskan untuk sunmori atau touring jarak jauh, pastikan ego dan arogansi ditinggal di rumah.
Ingat, jalan raya adalah milik bersama, dan kehormatan seorang biker diukur dari etika dan kepeduliannya terhadap sesama pengguna jalan, bukan dari seberapa nekat aksinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Wajah Baru New Suzuki XL7 yang Tampil Lebih Sporty dengan Sederet Perubahan Eksterior
-
Pasutri Lansia Indonesia Taklukkan Rute Jakarta Mekkah Pakai Toyota Voxy
-
Pasarkan Produk di Indonesia, Changan Akui Belum Pikirkan Lakukan Perakitan Lokal
-
Inspirasi Yamaha Grand Filano dengan Gaya Racing Look yang Sedang Jadi Tren Modifikasi
-
Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026
-
Motor Jarang Dipakai, Kapan Sebaiknya Ganti Oli?
-
Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam
-
Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?