- Oli punya 5 fungsi vital, bukan hanya sebagai pelumas mesin motor Anda.
- Salah pilih kekentalan oli bisa bikin motor jadi boros atau bahkan merusak mesin.
- Pahami arti kode SAE, API, dan JASO untuk memilih oli yang paling tepat.
Semakin kecil angka `W`, semakin encer oli di suhu dingin dan mudah untuk starter pagi hari.
2. API (American Petroleum Institute): Identitas untuk Tipe Mesin
Kode ini menunjukkan peruntukan oli. Untuk motor kita yang mayoritas bermesin bensin, cari kode yang diawali huruf "S" (contoh: API SL, API SN). Kode berawalan "C" adalah untuk mesin diesel.
3. JASO (Japan Automobile Standard Organization): Spesialis Kopling Motor
Ini yang paling penting untuk motor! Standar ini dibagi dua:
- JASO MA: Untuk motor dengan kopling basah (seperti motor sport dan bebek). Formulanya dirancang agar kopling tidak selip.
- JASO MB: Untuk motor dengan kopling kering (seperti motor matic/skutik). Formulanya lebih licin untuk efisiensi maksimal.
Efek Domino Kecerobohan Pilih Oli
Menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan adalah awal dari masalah. Ini bukan sekadar mitos, tapi fakta teknis yang bisa menguras kantong Anda.
Danang Priyo Kumoro menambahkan, risiko salah pilih oli sangat nyata.
- Risiko Oli Terlalu Kental (Kaya Sirup): Sirkulasi oli jadi lambat, terutama di celah-celah sempit. Mesin bekerja lebih berat, tarikan terasa loyo, dan yang pasti konsumsi bensin jadi lebih boros.
- Risiko Oli Terlalu Encer (Kaya Air): Pelumasan menjadi tidak maksimal karena lapisan film oli terlalu tipis. Parahnya, oli jadi gampang menguap, volumenya cepat berkurang, dan bisa berakhir dengan mesin yang panas berlebih atau bahkan macet total.
“Penggunaan oli dengan viskositas / kekentalan yang terlalu tinggi menyebabkan sirkulasi oli tidak lancar pada celah sempit sehingga sepeda motor menjadi lebih boros. Jika menggunakan oli dengan viskositas yang terlalu rendah / terlalu encer maka oli menjadi lebih mudah menguap dan habis.” tambahnya.
Baca Juga: Oli Mesin Diteguk Macam Kopi, Pria Ini Klaim Anti-Sakit 33 Tahun, Kok Bisa?
Jalan Terbaik? Ikuti Kata Pabrikan!
Daripada pusing mencoba-coba, cara paling aman dan efektif adalah dengan mengikuti rekomendasi pabrikan yang tertera di buku manual motor Anda.
Setiap mesin dirancang dengan presisi untuk bekerja optimal dengan spesifikasi oli tertentu.
Sebagai contoh, untuk motor Honda, penggunaan oli resmi seperti AHM Oil MPX dan SPX series adalah jaminan bahwa semua kebutuhan mesin sudah terpenuhi sesuai standar pabrikan.
Jadi, lain kali saat ganti oli, jangan hanya lihat mereknya. Perhatikan kodenya, dan pastikan Anda memberikan "darah" yang tepat untuk jantung pacu motor kesayangan Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Diler LEPAS Pertama di Luar Jakarta Resmi Buka di Yogyakarta: Bawa SUV Pintar, Bisa Parkir Sendiri
-
Strategi Motul Kuasai Pasar Oli di Tengah Maraknya Belanja Online
-
6 Mobil Listrik Termurah Pertengahan 2026: Mana yang Paling Layak Dibeli? Ini Kata Pengamat
-
Terpopuler: Recall Toyota 270 Ribu Mesin, Motor Listrik Yadea Bandung-Bogor
-
Memori Manis Setiap Kilometer Bersama Motor Honda
-
Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall
-
Pilihan Mobil PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM
-
Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap
-
Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya
-
Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor