Suara.com - Sedan tahun 2000-an kini kembali naik daun dan jadi incaran banyak anak muda karena desainnya timeless, performanya tangguh, dan harga bekasnya jauh lebih ramah di kantong dibanding mobil keluaran baru.
Dengan sedikit sentuhan modifikasi, tampilannya bisa berubah total jadi lebih kekinian tanpa kehilangan aura klasiknya.
Mobil seperti ini cocok buat kamu yang ingin tampil beda di jalan tanpa harus keluar biaya besar.
Ini dia 8 rekomendasi sedan tahun 2000-an yang kekinian buat anak muda yang siap bikin kamu tampil lebih berkelas di balik kemudi.
1. Toyota Corolla Altis (Generasi ke-9)
Corolla Altis dikenal sebagai sedan yang nyaman dan terkenal awet. Mesin 1.8L DOHC Dual VVT-i-nya mampu menghasilkan tenaga 140 PS dan torsi 17,5 kgm, cukup responsif untuk harian.
Suspensi MacPherson Strut di depan dan Double Wishbone di belakang bikin bantingannya lembut tapi tetap stabil di kecepatan tinggi.
Selain performa, kabin Corolla Altis juga luas dan terasa mewah untuk ukuran sedan tahun 2000-an. Fitur keamanannya pun sudah lengkap dengan ABS, EBD, Brake Assist, dan Vehicle Stability Control.
Harga bekas Toyota Corolla Altis generasi ke-9 (2001-2007) ada di kisaran Rp50 juta hingga Rp105 jutaan tergantung kondisi dan tahun produksi.
2. Honda Civic (Generasi ke-7)
Honda Civic generasi ke-7 punya aura sporty dan desainnya masih terlihat modern, apalagi varian Si yang dibekali mesin K20A3 160 dk.
Baca Juga: Marriage Is Scary: Kita Takut Menikah, atau Takut Tidak Bahagia?
Civic generasi ini dikenal nyaman untuk harian, handling-nya lincah, dan kabinnya lega untuk keluarga kecil.
Transmisi otomatis CVT pada beberapa varian bikin pengalaman berkendara jadi halus dan responsif. Selain itu, Civic punya reputasi bagus dalam hal ketersediaan suku cadang.
Dengan tampilan aerodinamis dan posisi duduk rendah, mobil ini masih jadi primadona di kalangan pecinta modifikasi ringan.
Di bursa mobil bekas, Honda Civic generasi ke-7 (2000-2005) dibanderol di kisaran Rp70 juta hingga Rp110 juta.
3. Toyota Vios (Generasi Pertama)
Toyota Vios generasi pertama (2003-2007) dibekali mesin 1NZ-FE 1.5L yang terkenal irit bahan bakar dan mudah dirawat, sementara dimensinya yang mungil membuatnya cocok untuk penggunaan di kota besar.
Vios punya karakter lincah dan handling yang ringan. Suspensi depan MacPherson Strut dan belakang Rigid Axle dengan stabilizer membuatnya nyaman tapi tetap stabil di jalan bergelombang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif