Suara.com - Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan nama Bobibos baru saja ditemukan oleh seorang sosok anak dari dalam negeri, yaitu Ikhlas Thamrin. BBM yang dikembangkan di Bogor ini diklaim memiliki tingkat Research Octane Number (RON) mendekati 98 dan ramah lingkungan.
Bobibos sendiri merupakan akronim dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia.Sejauh ini, ada dua jenis Bobibos yang sudah diperkenalkan ke publik, yakni bensin dan solar.
Ikhlas Thamrin selaku founder Bobibos menyebutkan bahwa inovasi ini berawal dari keresahan akan tingginya ketergantungan bangsa ini terhadap energi impor.
“Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri akhirnya kami menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah,” ujarnya dalam peluncuran Bobibos di Bumi Sultan Jonggol, Bogor.
Disebut ramah lingkungan, Bobibos memang terbuat dari bahan baku jerami, limbah pertanian yang umum digunakan sebagai pakan ternak. Tak lupa, Bobibos juga telah melalui tahap uji sertifikasi dari lembaga resmi di bawah naungan Kementerian ESDM.
Profil dan Rekam Jejak Penemu Bobibos
M. Ikhlas Thamrin adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo angkatan 2001, yang akhirnya menuntaskan studinya dan memperoleh gelar Sarjana Hukum pada 2025.
Semasa berkuliah, ia pernah turun langsung ke Jakarta untuk mengikuti aksi penolakan kenaikan harga BBM. Setelah lulus, ia mulai merenungkan kontribusi apa yang bisa ia berikan terkait persoalan energi di Indonesia.
“Saya ingat betul pernah ikut aksi menolak kenaikan harga BBM di Jakarta. Namun, setelah wisuda saya mulai bertanya pada diri sendiri, apa langkah nyata yang bisa saya lakukan untuk memberikan solusi energi,” kata M. Ikhlas Thamrin, dikutip dari laman UNS pada Kamis (14/11).
Baca Juga: Pertamina Bentuk Satgas Nataru Demi Pastikan Ketersediaan dan Pelayanan BBM
Dari kegelisahan itu, tumbuh ketertarikannya pada pengembangan energi terbarukan. Menurutnya, harga energi di Indonesia cukup tinggi, rentan terhadap kelangkaan, dan sebagian besar masih tidak ramah lingkungan.
Dorongan tersebut membuatnya mulai melakukan riset bersama tim sejak 2007. Upaya tersebut akhirnya berbuah pada berdirinya PT Baterai Freeneg Generasi pada 2015.
Perusahaan itu bergerak di bidang penyediaan baterai listrik berbasis teknologi freeneg. Kantornya berlokasi di Jalan Raya Kartasura Km. 08, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dari hasil penelitian yang dijalankan selama bertahun-tahun, Ikhlas dan tim menghadirkan inovasi berupa listrik berbasis pulsa. Mereka mengembangkan produk seperti kompor dan motor pulsa yang menggunakan sistem token.
Melalui teknologi ini, pengguna dapat menyalakan kompor maupun motor dengan pulsa token, tanpa perlu mengisi daya di stasiun pengisian listrik umum ketika baterai habis. Inovasi ini juga telah memperoleh paten dari International Certificate Testing Technology (ICTT).
Kompor dan motor pulsa tersebut menjadi langkah awal menuju terciptanya ekosistem energi listrik di Indonesia pada 2030.
Saat ini, M. Ikhlas Thamrin memimpin PT Baterai Freeneg Generasi sebagai Direktur Utama. Ia terus fokus pada pengembangan teknologi, kemandirian manufaktur, serta digitalisasi sistem ekonomi dalam perusahaan tersebut.
Proses Pembuatan dan Kelebihan Bobibos
Setelah jerami dikumpulkan dari para petani, bahan tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu hingga kadar airnya turun ke bawah 10 persen. Proses pengeringan ini penting agar jerami siap memasuki tahap pengolahan berikutnya.
Ketika jerami sudah cukup kering, bahan tersebut dimasukkan ke mesin ekstraktor untuk diolah. Pada tahap ini, enzim biokimia dan serum khusus ditambahkan guna memecah struktur selulosa menjadi gula sederhana. Proses tersebut merupakan langkah kunci dalam mengubah jerami menjadi sumber bahan baku bioenergi.
Gula yang sudah terbentuk kemudian difermentasi selama 48 sampai 72 jam dengan bantuan bakteri tertentu. Fermentasi ini menghasilkan etanol selulosa generasi kedua atau cellulosic ethanol, yang menjadi dasar dari produk bahan bakar.
Selanjutnya, etanol yang dihasilkan dimurnikan melalui teknologi reverse osmosis hingga mencapai tingkat kemurnian lebih dari 99 persen.
Setelah proses pemurnian selesai, etanol dicampur dengan aditif berbahan nabati sehingga kualitasnya setara dengan RON 98. Dari rangkaian produksi tersebut, lahirlah dua jenis Bobibos, bahan bakar yang dapat digunakan untuk mesin bensin maupun mesin diesel.
Saat ini Bobibos memang belum dijual secara luas. Meski begitu, pihak pengembang menyatakan bahwa harga Bobibos berpotensi lebih terjangkau dibandingkan bahan bakar lain yang umumnya tersedia di pasaran.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Berapa Harga Mobil Bekas Suzuki Fronx? Intip Spesifikasi Tiap Seri Si SUV Stylish
-
Cuma Modal Rp60 Jutaan, Ini 5 Mobil Mitsubishi Bekas yang Bikin Dompet Aman Tapi Tetap Tangguh!
-
Ogah Ikuti Jejak Toyota dan Honda, Mitsubishi Serta Suzuki Tolak 'Perang Harga'
-
Kabin Luas, Fitur Melimpah, Harga Ramah: Ini Dia Opsi Terbaik Mobil Toyota Bekas 2026 Banderol LCGC
-
Dominasi BYD Berakhir Geely Ambil Alih Kepemimpinan Pasar Kendaraan Penumpang
-
Berapa Selisih Harga Baru dan Harga Seken Mitsubishi XForce?
-
Kenali Jenis Colokan Mobil Listrik yang Tersedia di Indonesia
-
Honda HR-V Generasi Terbaru Tertangkap Kamera, Desain Berotot tapi Hilang Komponen Penting Ini
-
Honda Terjun Bebas, Begini Perbandingan Retail Sales Mobil Januari 2025 vs 2026
-
Modal Rp50 Jutaan Bisa Tampil Gagah? Ini Pilihan SUV Bekas yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026