- VinFast memperkenalkan MPV listrik tujuh penumpang, Limo Green, di GJAW 2025 dan kini dapat dipesan dengan harga indikatif Rp 319 juta.
- Mobil listrik ini akan diproduksi di pabrik VinFast Subang, Jawa Barat, mulai Maret 2026, dengan target TKDN awal di atas 40 persen.
- VinFast Indonesia mengajak publik untuk memberikan nama resmi bagi model Limo Green yang akan bersaing dengan BYD M6 di pasar domestik.
Suara.com - VinFast Indonesia rupanya tidak sekedar memperkenalkan MPV listrik pertamanya di dunia Vinfast Limo Green di arena Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2025 di ICE, BSD pada Jumat (21/11/2025) kemarin.
Vinfast Limo Green, MPV 7 penumpang dari raksasa Vietnam itu, sudah bisa dipesan secara resmi. Bahkan harganya pun sudah diumumkan untuk pasar Indonesia, meski masih dalam status indicative price.
"Vinfast Limo Green sudah bisa mulai dipesan dengan indicative price Rp 319 juta (battery subscription) jadi bukan sekedar preview saja, Limo Green sudah mulai bisa dipesan," tegas Vinfast Indonesia di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).
"Harga final akan diumumkan pada saat launching di Maret 2026," lanjut Vinfast Indonesia.
Pesaing BYD M6
Sebelumnya diwartakan Vinfast Indonesia memperkenalkan mobil listrik baru khusus untuk Indonesia, yang untuk sementara disebut sebagai Vinfast Limo Green di GJAW 2025. Mobil listrik 7 penumpang ini akan menjadi penantang EV laris BYD M6.
Vinfast Limo Green cocok untuk mobil keluarga di Indonesia, karena memiliki kapasitas tujuh penumpang. Selain itu ia juga cocok menjadi taksi. Yang membuat Vinfast Limo Green lebih menarik adalah ia akan diproduksi di Indonesia, tepatnya di pabrik Vinfast di Subang, Jawa Barat.
“Hari ini kami memperkenalkan dua model baru yang revolusioner. Salah satunya Limo Green, yang kami bawa sebagai early release exclusive preview khusus untuk konsumen Indonesia,” ujar Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, di ICE BSD, Jumat (21/11/2025).
Kerry menjelaskan bahwa Limo Green memang ditampilkan lebih awal di Indonesia sebelum peluncuran globalnya yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.
Baca Juga: Vinfast: Indonesia Adalah Rumah Kedua
Uniknya lagi Kerry mengajak publik Indonesia untuk memberikan nama bagi mobil listrik keluarga tersebut.
“Untuk VinFast Limo, kami mengajak masyarakat Indonesia memberikan nama khusus bagi varian yang akan dipasarkan di sini,” jelasnya.
Menurut Kerry, keterlibatan publik dalam proses penamaan ini merupakan bagian dari pendekatan VinFast yang menganggap Indonesia sebagai rumah kedua. Dengan cara ini, perusahaan berharap nama yang dipilih benar-benar mencerminkan karakter dan selera konsumen Tanah Air.
Diproduksi di Subang
Kerry lebih lanjut menjelaskan bahwa Vinfast Limo Green akan menjadi salah satu mobil yang diproduksi di pabrik Vinfast di Subang. Adapun pabrik ini akan mulai beroperasi pada semester I 2026.
VinFast menegaskan komitmennya untuk memperkuat kehadiran di Indonesia melalui pembangunan pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, yang saat ini tengah memasuki tahap persiapan akhir. Selain Limo Green, pabrik ini juga akan memproduksi VF3, yang sudah lebih dulu dipasarkan di Tanah Air.
“Jadi nanti pabrik kita yang di Subang itu akan mulai produksinya pada Maret 2026. Dua model pertama yang akan kami rakit adalah VF3 dan Limo,” beber Kerry di ICE BSD, Jumat (21/11/2025).
Kerry menerangkan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN mobil-mobil yang diproduksi di Subang akan berkisar di atas 40 persen. Ini penting karena menjadi syarat wajib bagi insentif dari pemerintah.
“Untuk TKDN kita akan sesuai dengan aturan pemerintah yaitu 40 persen di 2026 dan naik menjadi 60 persen pada 2027,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa saat ini prioritas produksi akan diarahkan untuk memenuhi permintaan pasar domestic terlebih dahulu. Selain itu, VinFast juga tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan setir kanan untuk pasar global.
“Saat ini prioritas kami pasar lokal terlebih dulu. Tapi jika ke depannya lebih ekonomis dijadikan base production untuk setir kanan, tentu akan kami jalankan,” katanya.
Berita Terkait
-
Vinfast Kenalkan Pesaing BYD M6 di GJAW 2025
-
eMotor Sprinto Resmi Meluncur di GJAW 2025, Jarak Tempuh Tembus 110 Km
-
Suzuki Grand Vitara Terima Sentuhan Baru di GJAW 2025
-
Vinfast Serius Garap Pasar Indonesia, Ini Strategi di Tengah Gempuran Mobil China
-
Vingroup dan VinFast Bisa Jadi Inspirasi Asia Tenggara
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet