- 4 langkah krusial selamatkan mobil saat banjir, cegah water hammer, dan tips klaim asuransi anti-tolak.
- Bahaya menyalakan mesin saat terendam air yang bisa bikin dompet jebol ratusan juta.
- Panduan darurat cabut aki dan cek oli "susu" pasca banjir surut.
Suara.com - Cuaca ekstrem yang melanda Aceh hingga Sumatera Utara belakangan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pemilik mobil di Indonesia.
Jangan sampai rasa panik berujung kerugian ratusan juta rupiah hanya karena salah langkah saat air mulai naik menggenangi garasi Anda.
Simak panduan darurat berikut ini agar mesin mobil selamat dari kerusakan fatal dan klaim asuransi Anda tidak melayang sia-sia.
Panic Buying? No, Panic Saving!
Beredarnya video viral kendaraan yang hanyut atau terendam hingga atap di media sosial tentu memicu kekhawatiran kita semua.
Masalah klasik perumahan di area cekungan membuat risiko mobil menjadi "korban" banjir semakin besar.
Sayangnya, dalam kondisi darurat, banyak pemilik mobil yang justru melakukan blunder fatal yang memperparah kerusakan.
Mengacu pada pedoman keselamatan dari Asuransi Astra, berikut adalah protokol wajib yang harus Anda lakukan:
1. Evakuasi atau "Sumbat" Knalpot
Baca Juga: 5 Ban Mobil Ring 15 untuk Honda Brio yang Anti Licin dan Grip Maksimal
Langkah pertama dan paling logis adalah segera memindahkan mobil ke dataran yang lebih tinggi saat air baru mulai menggenang.
Namun, jika akses jalan sudah tertutup air, jangan memaksakan diri menerobos banjir yang dalam.
Opsi darurat yang bisa dilakukan adalah menutup lubang knalpot dengan rapat.
Tindakan preventif ini bertujuan mencegah air masuk ke ruang mesin yang bisa merusak komponen internal vital.
2. Cabut "Nyawa" Kelistrikan
Sebelum air semakin tinggi dan menyentuh kap mesin, segera buka kap dan amankan sektor kelistrikan.
Cabut segera kabel negatif pada aki mobil Anda untuk memutus aliran listrik total.
Kabel ini biasanya ditandai dengan warna hitam atau memiliki simbol minus (-) yang mudah dikenali.
Langkah sederhana ini adalah cara paling ampuh mencegah korsleting listrik (short circuit) yang bisa menghanguskan ECU (Electronic Control Unit).
Ingat, biaya penggantian ECU dan kabel bodi bisa sangat menguras tabungan jika terjadi korsleting.
3. Waspada Oli "Susu Coklat"
Setelah banjir surut, jangan buru-buru merasa lega sebelum melakukan inspeksi mesin.
Cek kondisi oli mesin melalui dipstick dan perhatikan warnanya dengan seksama.
Jika warna oli berubah menjadi putih keruh atau seperti susu coklat, itu tandanya air sudah menyusup ke dalam mesin.
Jangan ambil risiko, tangki oli harus segera dikuras total dan diganti di bengkel resmi.
Residu air yang tertinggal di dalam mesin adalah musuh utama yang bisa menyebabkan korosi jangka panjang.
4. Dosa Besar: Menyalakan Mesin Basah
Ini adalah kesalahan paling fatal yang sering dilakukan pengemudi: langsung menstarter mobil begitu air surut.
Jangan sekali-kali menyalakan mesin jika mobil Anda baru saja terendam banjir, sekecil apapun itu.
Memaksa mesin menyala saat ada air di ruang bakar akan memicu Water Hammer.
Kondisi ini bisa menyebabkan stang piston bengkok atau blok mesin pecah seketika.
Solusi paling bijak dan aman adalah memanggil layanan derek (towing) untuk membawa mobil ke bengkel terpercaya.
Segera hubungi pihak asuransi sebelum melakukan tindakan perbaikan apa pun agar proses klaim berjalan mulus tanpa hambatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Pabrik BYD di Subang Kemungkinan Akan Rakit Lebih dari Satu Model Mobil
-
Airlangga Melunak, Pertimbangkan Beri Insentif Sektor Otomotif
-
Volvo EX60 Siap Debut: Terintegrasi Google Gemini, Jarak Tempuh 810 KM
-
10 Mobil Listrik Terlaris di China 2025: EV Murah Geely Gulingkan Tesla, Wuling Nomor 2
-
5 Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp70 Juta yang Jarang Bermasalah, Nyaman dan Kabin Lega
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Eropa untuk Budget Terbatas
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Mazda Termurah Masih Layak Beli di 2026, Tabungan Anti Jebol
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Sistem Pendingin Tangguh, Aman untuk Macet-macetan
-
Akan Luncurkan Lagi Mobil Semurah Atto 1 di Indonesia? Ini Kata Petinggi BYD di China
-
3 Pilihan Harga Daihatsu Luxio Bekas: MPV 'Boxy' Pintu Geser Mulai Rp100 Jutaan, Luas dan Bandel