Suara.com - Sampai saat ini, Nissan Terrano masih menjadi mobil andalan masyarakat Indonesia meskipun pabrikan sudah tidak lagi menjualnya.
Nissan Terrano menjadi simbol kemewahan pada masanya. Meski sudah tidak memproduksi unit baru, mobil bekas Nisaan Terrano bisa menjadi pilihan menarik.
Nissan Terrano sendiri merupakan salah satu SUV mewah yang memiliki desain boxy dan cukup populer di pertengahan tahun 1990-an hingga 2006 awal.
Seperti yang disinggung sebelunnya, mereka yang bisa membeli mobil ini dapat dikategorikan sebagai kalangan menengah ke atas karena harganya terbilang cukup mahal.
Dari segi mesin, Nissan Terrano dibekali jantung pacu yang cukup bandel dan dikenal bertenaga meski di sisi lain dijuluki sebagai 'vampir' BBM. Hal tersebut dikarenakan konsumsi BBM Nissan Terrano diklaim boros untuk pemakaian harian.
Spesifikasi Nissan Terrano
Nissan Terrano hadir dengan spesifikasi dimensi panjang 4.366 mm, lebar 1.689 mm dan tinggi 1.694 mm yang dilengkapi ground clearance 205 mm.
Mengutip dari beberapa sumber, Nissan Terrano dibekali mesin berkode Z24 dengan kapasitas 2.389 cc, 4 silinder, SOCH bertenaga 118 hp dengan torsi percepatan 185 Nm.
Mesin Terrano sendiri menggunakan transmisi manual 5-percepatan dengan dua pilihan penggerak yaitu 2WD dan 4WD.
Baca Juga: Harga dan Pajak Mobil Bekas Palisade: Cocok Buat Tampil ala Borjuis, Segini Taksiran Ongkos BBM-nya
Varian mobil dengan penggerak 4WD dspat dikatan kini cukup sulit ditemukan, pasalnya saat awal peluncurannta dulu varian ini kurang diminati karena harganya mahal. Sehingga membuat para pembeli barunya dulu, lebih tertarik memilih penggerak 2WD alias hajya penggerak roda belakang saja.
Sebagai mobil SUV yang hadir di era 1990-an, sayangnya Nissan Terrano tidak dibekali dengan fitur yang andal dan mumpuni. Adapun beberapa fitur di mobil ini antara lain AC, radio, power window, pengaturan spion elektrik, hingga pengaturan jok secara manual.
Meski minim fitur canggih, Nissan Terrano dibekali dengan fitur pengaturan arah semburan AC beserta heater yang terbilang cukup jarang ditemui di beberapa mobil yang dibuat eranya.
Di bagian penerangan seperti lampu depan, lampu belakang, serta lampu seinnya juga masih mengandalkan lampu bohlam.
Bahkan, lampu dibagian kabin juga masih menggunakan bohlam karena LED di era itu masih belum banyak digunakan.
Di sisi lain, penggunaan bohlam lampu pada mobil SUV premium era 90-an ini juga mempermudah penggantian lantaran cukup mudah ditemukan di berbagai bengkel.
Berita Terkait
-
Harga dan Pajak Mobil Bekas Palisade: Cocok Buat Tampil ala Borjuis, Segini Taksiran Ongkos BBM-nya
-
Mobil Bekas Daihatsu Taft: Tampil Gagah dan Jadi Andalan untuk Off-Road, Harga Awet Tinggi
-
Harga Mepet Agya, Intip Mobil Bekas Ignis Matic: City Car Irit dan Stylish untuk Penggunaan Harian
-
Intip Harga Mobil Bekas VinFast, Masih Layak Dibeli 2025? Ini Spesifikasinya
-
7 Mobil Bekas RWD Murah untuk Keluarga: Tangguh, Irit, Mulai Rp 40 Jutaan!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123