- Penjualan 5 merek mobil Jepang anjlok 17,3 persen sepanjang tahun 2025.
- BYD meroket drastis hingga 190 persen, sukses kuasai 57 persen pasar mobil listrik.
- Strategi keroyokan model mulai dari Atto 1 hingga Denza menjadi kunci sukses BYD.
Suara.com - Peta kekuatan industri otomotif Indonesia sedang mengalami gempa tektonik yang dahsyat sepanjang tahun 2025. Dominasi abadi lima raksasa otomotif asal Jepang kini mulai goyah digerogoti oleh agresivitas pendatang baru dari Tiongkok, yakni BYD.
Data penjualan terbaru menunjukkan tren yang sangat kontras: saat pabrikan Jepang "berdarah-darah", BYD justru berpesta pora.
Simak analisis lengkap pergeseran pasar yang menjadi sinyal kuat berakhirnya era kejayaan mobil konvensional.
Rapor Merah Lima Raksasa Jepang
Berdasarkan data wholesales (pabrik ke diler) yang dirilis GAIKINDO, performa lima besar merek Jepang kompak menunjukkan tren negatif.
Gabungan penjualan Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, dan Suzuki sepanjang Januari hingga November 2025 hanya tercatat 515.916 unit.
Angka ini anjlok signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 624.470 unit.
Secara persentase, terjadi penurunan tajam sekitar 17,3 persen secara tahunan (year-on-year).
Momen Emas Sang Naga dari China
Baca Juga: Daya Beli Rendah, Nasib Mobil Listrik Indonesia Terancam Jika Tanpa Subsidi
Di saat bersamaan, BYD justru menunjukkan grafik pertumbuhan yang nyaris vertikal ke atas.
Pada periode Januari-November 2025, pabrikan mobil listrik ini sukses membukukan penjualan sebanyak 40.151 unit.
Angka tersebut meroket drastis dibandingkan perolehan periode yang sama di tahun 2024 yang hanya 13.866 unit.
Ini berarti, BYD mengalami lonjakan pertumbuhan hingga 190 persen, sebuah pencapaian yang fenomenal.
Performa BYD relatif stabil di kisaran 2.000-3.000 unit per bulan sepanjang tahun ini.
Namun, momentum ledakan terbesar terjadi dalam dua bulan terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
BYD Siap Invasi Jepang, Punggawa Nissan pun Direkrut
-
Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini
-
Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak
-
Penjualan MG Indonesia Terjun Bebas, Tersingkir dari Persaingan Sepuluh Besar
-
Adu Chery Q dengan 5 Mobil Listrik 200 Jutaan: Harga Masih Misterius, Spek Kompetitif?
-
Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Chery Q di Indonesia
-
BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia Tanpa Umumkan Harga
-
Tragedi Luwu Tewaskan 3 Orang: Punya ABS dan Airbag, Kenapa Wuling Formo S Tetap Hancur Lawan Truk?
-
Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M
-
3 Alasan Mengapa Wuling Air ev dan BYD Atto 1 Harus Waspada Terhadap Spesifikasi Chery Q