- BYD Atto 1 mendominasi pasar mobil listrik November 2025 dengan angka penjualan 8.000 unit lebih.
- Jaecoo J5 EV menyodok ke posisi kedua berkat strategi harga agresif di angka Rp299 juta.
- Total pasar mobil listrik nasional mengalami koreksi tipis sebesar 10,4 persen jelang tutup tahun.
Suara.com - Dominasi mobil listrik segmen kompak semakin tak terbendung di penghujung tahun 2025 dengan angka penjualan yang mencengangkan.
Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkap sang juara baru yang meninggalkan kompetitornya sangat jauh di belakang.
Simak peta persaingan terbaru mobil listrik di Indonesia yang mungkin bisa menjadi referensi Anda sebelum membeli kendaraan.
Raja Baru Segmen Kompak EV
BYD Atto 1 resmi mengukuhkan diri sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang bulan November 2025.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), model ini sukses terjual secara wholesales sebanyak 8.333 unit.
Angka tersebut memang sedikit terkoreksi tipis jika dibandingkan capaian Oktober yang sempat menyentuh 9.396 unit.
Namun, selisih penjualannya dengan posisi kedua sangatlah masif, membuktikan preferensi konsumen yang kuat pada segmen compact EV.
Kejutan dari Pendatang Baru
Baca Juga: Berapa Harga Mobil Bekas Wuling Binguo EV? Kendaraan Paling Dicari 2025
Posisi kedua secara mengejutkan ditempati oleh Jaecoo J5 EV yang mulai menunjukkan taringnya di pasar nasional.
Mobil listrik ini terdistribusi sebanyak 653 unit, sebuah angka yang cukup impresif untuk merek yang tergolong baru.
Lonjakan minat ini disinyalir berkat strategi harga psikologis Rp299 juta yang sempat menjadi perbincangan hangat pecinta otomotif.
Sementara itu, podium ketiga diamankan oleh MPV listrik andalan keluarga, BYD M6, dengan total penjualan 567 unit.
Dominasi Merek dan Tren Pasar
Pabrikan asal Tiongkok, BYD, terlihat sangat agresif dengan menempatkan empat modelnya sekaligus dalam daftar 10 besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik
-
Sidak Suryakencana, Wakil Wali Kota Bogor Bongkar Setoran Jukir Cuan Hingga Rp480 Ribu Sehari
-
Ledakan Guncang Bogor di Depan Hotel Pemain Vietnam Jelang Lawan Timnas Indonesia
-
Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Berfluktuasi
-
Saham Tempo (TMPO) Terbang 35 Persen Sentuh ARA, Investor Bertaruh Isu Demo Agustus?
-
Skema Pagar Dedie Rachim Bikin Waswas, Warga RE Martadinata Minta JPO Dulu Sebelum Ditutup
-
Pipa PAM JAYA Bocor di Antasari, Ganggu Suplai Air 18 Kelurahan di Jakarta Selatan