Suara.com - Toyota Yaris 2011 atau yang sering disebut Yaris Bakpao masih menjadi salah satu hatchback bekas yang paling banyak dicari hingga sekarang.
Meski usianya sudah tidak muda, Yaris generasi ini tetap diminati karena terkenal bandel, irit bahan bakar, dan nyaman digunakan untuk aktivitas harian di dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Di pasar mobil bekas, Yaris 2011 punya daya tarik tersendiri karena menawarkan kenyamanan khas Toyota.
Desainnya memang sederhana, namun fitur yang ditawarkan tergolong cukup lengkap untuk mobil di kelasnya, sehingga masih relevan untuk digunakan saat ini.
Bagi kamu yang sedang mencari mobil bekas yang ramah di kantong, berikut ini ulasan lengkap mulai dari harga seken, spesifikasi mesin, konsumsi BBM, hingga pajak tahunan Toyota Yaris 2011.
Harga Bekas Toyota Yaris 2011
Harga Toyota Yaris bekas tahun 2011 cukup bervariasi, tergantung kondisi mobil, tipe, serta pilihan transmisi manual atau otomatis. Di pasaran, Yaris Bakpao umumnya dibanderol mulai dari Rp80 jutaan hingga sekitar Rp130 jutaan.
Untuk tipe E, yang merupakan varian menengah, harganya relatif lebih terjangkau dan bisa ditemukan mulai dari kisaran Rp80 juta hingga Rp90 jutaan, terutama jika kondisinya masih standar.
Sementara itu, tipe S atau S Limited biasanya dijual lebih mahal karena fitur dan tampilannya lebih lengkap, terutama pada versi matic yang banyak diminati.
Baca Juga: Mobil Bekas Xpander 2017 Masih Layak Dibeli? Cek Harga dan Spesifikasinya
Perbedaan harga juga dipengaruhi oleh kondisi mesin, interior, kaki-kaki, serta status pajak dan kelengkapan dokumen.
Spesifikasi Toyota Yaris 2011
Toyota Yaris 2011 dibekali mesin 1.5L berkode 1NZ-FE, mesin yang sudah terkenal awet dan minim masalah.
Mesin ini menggunakan konfigurasi 4 silinder DOHC 16 katup dengan teknologi VVT-i, sehingga performanya cukup responsif namun tetap hemat bahan bakar.
Tenaga maksimal yang dihasilkan berada di kisaran 107–109 PS, dengan torsi sekitar 141–143 Nm. Angka tersebut sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan berkendara di dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Yaris 2011 tersedia dalam pilihan transmisi manual dan otomatis, yang sama-sama nyaman digunakan sehari-hari.
Dari sisi fitur, mobil ini menawarkan perlengkapan yang tergolong lengkap. Varian tertentu sudah dilengkapi ABS, dual airbag, fog lamp, sistem audio dengan banyak speaker, serta interior fungsional dengan banyak ruang penyimpanan.
Untuk tipe tertinggi, tersedia tambahan seperti body kit, audio steering switch, hingga start/stop engine.
Tak hanya itu, salah satu alasan utama Toyota Yaris 2011 masih diminati adalah konsumsi BBM yang irit.
Mesin 1.5L yang digunakan terbukti efisien untuk pemakaian harian, baik di dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Dalam kondisi lalu lintas perkotaan, konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 11-13 km per liter, tergantung gaya mengemudi dan tingkat kemacetan.
Sementara itu, untuk penggunaan di jalan tol atau luar kota dengan kecepatan stabil, konsumsi BBM bisa mencapai 14-17 km per liter atau bahkan lebih.
Dengan perawatan yang baik dan cara mengemudi yang santai, Yaris 2011 bisa menjadi mobil yang sangat hemat untuk penggunaan sehari-hari.
Pajak Tahunan Toyota Yaris 2011
Selain irit BBM, pajak tahunan Toyota Yaris 2011 juga masih tergolong ramah di kantong. Untuk mobil bermesin 1.500 cc, biaya pajaknya relatif wajar dan tidak memberatkan.
Estimasi pajak tahunan Yaris 2011 berada di kisaran Rp2,1 jutaan hingga Rp2,4 jutaan, tergantung varian, jenis transmisi, dan wilayah pendaftaran kendaraan. Versi manual umumnya sedikit lebih murah dibandingkan versi otomatis.
Besaran pajak ini sudah termasuk pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ. Namun, angka pastinya bisa berbeda di setiap daerah, sehingga disarankan untuk mengecek langsung melalui aplikasi Samsat Online atau saat melihat unit mobil yang akan dibeli.
Demikianlah ulasan lengkap terkait mobil Toyota Yaris 2011 yang masih menjadi primadona di pasar mobil bekas. Semoga membantu!
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
Mobil Bekas Xpander 2017 Masih Layak Dibeli? Cek Harga dan Spesifikasinya
-
Daya Pikatnya Susah Ditolak, Berapa Pajak Tahunan dan Harga Innova Reborn Diesel?
-
5 SUV Matic 100 Jutaan Gak Ngos-ngosan di Tanjakan, Sekeluarga Nyaman Liburan ke Gunung
-
5 Mobil Lawas yang Mesinnya Awet dan Bertenaga, Nyaman Buat Keluarga
-
Yaris Bekas di Bawah Rp100 Juta Dapat Tahun Berapa? Ini Pilihan Hatchback Keluarga Kecil
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
4 Pilihan Motor Hybrid di Indonesia dari Termurah hingga Premium
-
Rekomendasi 3 Motor Listrik Sensasi ala Nmax: Mending Fox 350, Gesits GV1, atau United T1800?
-
3 Mobil Listrik Terlaris China Bertarung di Indonesia, Simak Fitur Menariknya!
-
Cari Nyaman atau Desain Gahar? Begini Perbandingan Indomobil eMotor Tyranno vs Polytron Fox 350
-
Efisiensi vs Style, Mending Mitsubishi Mirage atau Honda Brio Bekas?
-
Berapa Harga Baru Suzuki Fronx 2026? Segini Pajak Tahunan, Konsumsi BBM, Tenaga Mesin
-
Nissan March Berapa Silinder? Intip Harga Seken, Spek, Pajak Tahunan, Konsumsi BBM
-
Mobil Nissan Apa Saja? Intip Daftar Harganya Februari 2026 dari SUV, MPV hingga Mobil Listrik
-
Arsitektur e-Platform BYD Menjadi Standar Baru Kendaraan Listrik Masa Depan di Indonesia
-
Brio RS CVT Kalah Murah, Mitsubishi Eclipse Cross 2020 vs Toyota C-HR 2020 Mending Mana?