Otomotif / Motor
Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:35 WIB
Ilustrasi motor matic dan motor bebek. (Google AI Studio)

Suara.com - Menjamurnya jenis motor matic belakangan jelas disadari oleh hampir semua orang. Hal paling nyata adalah mudahnya menemukan motor matic berada di jalanan jika dibandingkan dengan motor bebek.

Lalu, mana yang lebih hemat untuk jangka panjang antara motor matic dan motor bebek? Perdebatan ini sebenarnya bukan hal baru yang ada di industri otomotif nasional.

Banyak yang beranggapan bahwa motor bebek masih jadi jenis paling awet untuk urusan bahan bakar, namun jika berbicara kenyamanan dan kepraktisan, jelas motor matic juaranya.

Lalu kira-kira jika dibandingkan berdasarkan beberapa variabel, seperti konsumsi BBM, biaya perawatan, kepraktisan penggunaan, dan teknologi yang ada, mana motor yang paling unggul?

1. Konsumsi Bahan Bakar Motor Rata-Rata

Dari segi konsumsi bahan bakar motor secara rata-rata, motor bebek diklaim menjadi jenis yang lebih efisien.

Penggunaan bahan bakar yang efisien ini dapat dilihat pada perbandingan yang dilakukan di konteks perjalanan jauh dan harian, pada kecepatan yang konstan.

Secara umum, rata-rata konsumsi BBM motor bebek berada pada kisaran 40 hingga 60 kilometer per liter bahan bakar. Sedangkan pada motor matic, konsumsi bahan bakarnya rata-rata ada pada kisaran 40 kilometer per liter pada kebanyakan motor yang ada di Indonesia.

Tentu pengecualian bisa diberikan pada motor matic kecil seperti Honda BeAT yang memang didesain untuk menghemat bahan bakar.

Baca Juga: Uang Rp5 Juta Bisa Beli Honda Supra X Model Apa? Cek Rekomendasi Terbaiknya

Namun secara umum, untuk urusan konsumsi bahan bakar motor bebek lebih efisien dibandingkan motor matic.

Ilustrasi Motor matic vs bebek. (Pixabay/Markus Winkler)

2. Biaya Perawatan Rutin

Untuk urusan perawatan rutin akan mengacu pada suku cadang yang perlu diberikan treatment.

Motor bebek secara umum menggunakan sistem rantai dan gir untuk mendukung pergerakannya. Oli mesin yang diperlukan lebih murah, dan tidak ada biaya tambahan untuk oli transmisi seperti yang diperlukan di motor matic.

Di sisi lain, motor matic memerlukan perawatan bagian CVT yang relatif lebih tinggi, oli mesin yang lebih mahal, dan masih ditambah oli transmisi yang membuatnya memiliki biaya perawatan lebih tinggi.

3. Keawetan dan Usia Penggunaan

Variabel ketiga adalah keawetan penggunaan dan usia penggunaan. Pada motor bebek, desain yang digunakan pada sistemnya terbilang sederhana karena masih memiliki elemen manual di alamnya.

Desain ini telah terbukti tangguh selama berpuluh tahun, dengan pengembangan komponen dan efisiensi yang diperlukan seiring berjalannya waktu.

Risiko kerusakan besar yang terjadi lebih kecil dibandingkan dengan motor matic yang memiliki sistem lebih rumit dan justru rawan mengalami kerusakan dasar.

Dalam jangka panjang, biaya yang diperlukan dalam perawatan akan lebih efisien jenis motor bebek.

4. Kenyamanan, Kepraktisan, dan Teknologi Terkini

Jika berbicara tentang kenyamanan, kepraktisan, dan teknologi terkini, motor matic akan menjadi juaranya.

Motor matic cukup mudah digunakan, karena tanpa memerlukan keahlian memindahkan persneling dari satu posisi ke posisi lain.

Dalam operasionalnya, motor matic benar-benar hanya tinggal menarik pedal gas dan mengendalikan rem, di berbagai jenis jalanan.

Kemudian tentang teknologi terkini, minat dari pasar yang tinggi pada motor matic membuat produsen terus melakukan pengembangan teknologi.

Mulai dari teknologi yang menunjang kenyamanan, teknologi mesin responsif, hingga efisiensi penggunaan bahan bakar.

Hasilnya, produk motor yang nyaman digunakan, mudah dioperasikan, dan teknologi modern yang terus berorientasi pada kenyamanan penggunanya jadi andalan di setiap kebutuhan.

Secara umum, motor matic vs bebek mana yang lebih hemat untuk jangka panjang maka motor bebek adalah rekomendasi utama. Namun jika yang dicari adalah kenyamanan, maka motor matic adalah opsi utamanya.

Jadi mana kebutuhan yang Anda miliki?

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Load More