- Tren pasar roda dua menunjukkan skuter besar kini lebih diminati dibanding motor manual karena fungsionalitas harian.
- Kemacetan lalu lintas kota besar menyebabkan konsumen memprioritaskan kemudahan berkendara tanpa kopling manual.
- Ergonomi dan ruang penyimpanan yang memadai menjadikan skuter pilihan utama bagi kenyamanan sehari-hari.
Suara.com - Dalam kurun waktu 3-5 tahun terakhir, tren pasar roda dua di berbagai negara menunjukkan pergeseran yang signifikan. Fenomena ini memperlihatkan pertumbuhan skuter besar yang kini lebih banyak dipilih oleh pengguna umum dibandingkan motor besar yang mengandalkan transmisi manual.
Meski motor besar masih punya daya tarik pada performa, fungsionalitas kini menjadi pilihan utama konsumen di jalanan kota-kota besar.
Struktur perkotaan yang semakin padat mengubah prioritas konsumen. Saat ini kendaraan yang mudah digunakan setiap hari dinilai jauh lebih berkinerja baik daripada kendaraan yang hanya menyenangkan untuk dikendarai di hari-hari tertentu.
Seperti dilansir dari Greatbikers, faktor utama yang mengubah perilaku ini adalah kemacetan lalu lintas yang parah. Di kota besar, perjalanan singkat sering kali memakan waktu lama sehingga motor dengan proses memindahkan gigi dan kopling yang berulang justru melelahkan.
Skuter menawarkan solusi yang lebih praktis karena tidak memerlukan kontrol kopling. Hal ini secara langsung mampu mengurangi rasa lelah saat berkendara di kota besar. Pengendara bisa merasakan perjalanan yang lebih lancar tanpa hambatan meski terjebak macet. Secara perilaku, konsumen kini lebih mengedepankan kenyamanan sehari-hari, bukan sekadar gaya untuk perjalanan jauh.
Selain faktor kemudahan, aspek ergonomi juga memainkan peran penting. Skuter bongsor menawarkan posisi duduk rileks dengan jok lebar dan ruang kaki luas yang cocok bagi pria maupun wanita. Strategi pemasaran ini berhasil memperluas basis pelanggan dari kalangan profesional hingga pengendara yang menginginkan citra modern tanpa harus terlihat terlalu sporty atau mencolok.
Keunggulan lain yang sulit ditandingi motor sport adalah ruang penyimpanan. Banyak pengguna merasa bahwa skuter besar adalah satu-satunya kendaraan yang mampu membawa segalanya. Bagasi luas di bawah jok cukup untuk menyimpan helm hingga tas kerja tanpa perlu memasang kotak tambahan.
Dari sisi ekonomi, konsumen kini lebih memperhitungkan total biaya kepemilikan. Skuter besar dianggap lebih hemat dalam jangka panjang terkait biaya perawatan dan suku cadang dibandingkan motor besar yang suku cadangnya cenderung lebih mahal.
Meskipun motor sport tetap memiliki pasar sendiri karena performanya, skuter besar telah berhasil mengubah citranya menjadi pilihan yang lebih ideal. Saat performa mesin dirasa sudah cukup untuk kebutuhan, maka aspek kenyamanan dan kemudahan menjadi alasan paling kuat bagi masyarakat kota besar dalam memilih kendaraan.
Baca Juga: Berapa Bulan Sekali Isi Angin Ban Motor? Matic dan Motor Sport Beda Takaran
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Terpopuler: Mengenal KKB The Elite Program Cicilan Mobil Ringan, Harga Motor VinFast
-
Honda Luncurkan SUV Hybrid Baru Sekaliber CR-V, Mending Mana?
-
Daftar Daerah yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan
-
Astra UD Trucks Tegaskan Komitmen pada Kelestarian Lingkungan di Boja Farm
-
Menanti Hasil Investigasi Kecelakaan Maut Taksi Green SM, VinFast Indonesia Berdalih Entitas Berbeda
-
Perpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik, Peneliti Kembangkan AI Mutakhir
-
Misi Pebalap Muda Indonesia Muhammad Kiandra Jelang Debut Moto3 Junior di Spanyol
-
Usai Gagal Merger dengan Honda, Ini 3 Strategi Nissan untuk Bangkit
-
Jakarta-Bali Tanpa Pusing Isi BBM? Membedah Gila-gilaan Jarak Tempuh Teknologi Mobil BYD DM
-
Nissan Tertarik Gelontorkan Mobil Murah tapi Bukan EV