- Mesin 2 tak menyelesaikan siklus pembakaran dalam satu putaran crankshaft, berbeda dengan 4 tak yang membutuhkan dua putaran.
- Mesin 4 tak lebih unggul efisiensi bahan bakar dan memiliki tingkat emisi polusi yang jauh lebih rendah dibandingkan 2 tak.
- Secara konstruksi, mesin 2 tak lebih sederhana dan ringan, namun 4 tak menawarkan torsi stabil serta umur pakai komponen lebih panjang.
Pada mesin 2 tak, oli pelumas dicampur langsung dengan bensin (rasio biasanya 1:50), yang berarti oli ikut terbakar selama proses. Ini sederhana tapi bisa menyebabkan endapan karbon.
Mesin 4 tak menggunakan sistem pelumasan terpisah dengan sump oli, pompa, dan filter, yang lebih efektif dalam menjaga kebersihan mesin dan memperpanjang umur pakai komponen seperti piston dan ring.
6. Berat dan Ukuran Mesin
Desain mesin 2 tak lebih ringkas dan ringan karena tidak memerlukan katup, camshaft, atau rocker arm seperti pada 4 tak. Bobotnya bisa 20-30% lebih ringan, sehingga populer di kendaraan kecil seperti skuter atau perahu motor.
Mesin 4 tak, meskipun lebih berat, menawarkan kestabilan yang lebih baik dan cocok untuk motor besar seperti Harley-Davidson atau mobil.
7. Biaya Produksi dan Perawatan
Mesin 2 tak lebih murah untuk diproduksi karena komponennya lebih sedikit, dan perawatannya sederhana—cukup ganti busi dan bersihkan karburator secara rutin. Namun, karena oli campur, biaya operasional bisa lebih tinggi jika sering digunakan.
Mesin 4 tak memerlukan perawatan lebih intensif seperti ganti oli rutin setiap 5.000 km, tapi umur pakainya lebih panjang, sering kali mencapai 100.000 km tanpa overhaul besar.
8. Suara dan Getaran
Baca Juga: Trio Motor 2 Tak Legendaris yang Mudah Dirawat: Dikoleksi Oke, Dijual Mahal pun Laku!
Suara knalpot mesin 2 tak cenderung lebih nyaring dan berdering, sering disebut "breng-breng", dengan getaran yang lebih kuat karena siklus yang cepat. Ini bisa menyenangkan bagi penggemar modifikasi, tapi melelahkan untuk perjalanan jauh.
Mesin 4 tak menghasilkan suara yang lebih halus dan getaran minimal berkat balancer shaft, membuatnya lebih nyaman untuk rider pemula atau touring.
9. Aplikasi Penggunaan
Mesin 2 tak banyak digunakan di alat-alat ringan seperti gergaji mesin, pemotong rumput, atau motor off-road karena kepraktisannya. Namun, produksinya semakin dibatasi karena isu lingkungan.
Mesin 4 tak mendominasi pasar otomotif modern, dari sepeda motor harian seperti Yamaha NMAX hingga mobil dan truk, karena keseimbangan antara performa dan efisiensi.
10. Masa Depan dan Inovasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Subsidi hingga Rp2 Juta, Cek Daftar Cicilan Ringan Motor Honda Januari 2026
-
4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
-
Berapa Pajak dan Konsumsi BBM Toyota Land Cruiser Prado Bekas? Harga Beda Tipis dari Raize
-
Kenapa STNK Perlu Diperpanjang? Ternyata Ini Alasannya
-
Mesin Sama Persis dan Lebih Murah Rp3 Juta, Ini Alternatif Honda Scoopy yang Tetap 'Kalcer'
-
MPV Pintu Geser Mewah ala Alphard, Harga ala Carry Pickup: Intip Pesona Toyota NAV1 Bekas
-
KIA Rio vs Grand Avega Hatchback, Mending Mana? Segini Harga dan Pajaknya
-
Terpopuler: 5 Mobil Kecil Bekas Terbaik untuk Lansia, Update Harga BYD Januari 2026
-
Harga Fantastis, Performa Juara: Intip Harga Terbaru Subaru Generasi Baru yang Bikin Melongo
-
XPeng P7+ 2026 Meluncur: Lebih Kencang dari Pajero, Jarak Tempuh hingga 1.550 km