- XPeng P7+ 2026 diluncurkan pada 8 Januari menawarkan performa kencang dan ditujukan untuk pasar global.
- Model ini tersedia dalam varian EREV dengan jarak tempuh hingga 1.550 km dan dijual di China seharga 186.800 yuan.
- Teknologi utamanya mencakup Augmented Reality HUD 29 inci dan sistem operasi AIOS 6.0 dengan opsi chip AI Turing.
Suara.com - Setelah berbagai teaser, perusahaan akhirnya meluncurkan XPeng P7+ 2026 pada 8 Januari. Mobil ini menawarkan performa kencang dan interior premium.
Meski fiturnya mewah, XPeng P7+ justru dibanderol pada segmen menengah. Harga XPeng P7+ 2026 hanya sebesar 186.800 yuan atau Rp451 juta di China.
Kabar menarik, kendaraan futuristik ini tak hanya dipasarkan di China melainkan ditujukan untuk pasar global.
Perusahaan sejauh ini belum mengumumkan harga versi internasionalnya. XPeng P7+ 2026 tersedia model Extended Range Electric Vehicle (EREV) dengan jarak tempuh hingga 1.550 km.
Perusahaan mengklaim bila Xpeng model terbaru menawarkan performa tenaga 148-241 hp. Itu lebih kencang dari Mitsubishi Pajero Sport dengan semburan 134 -179 hp.
XPeng P7+ 2026: Ancaman Serius dengan Teknologi Canggih
Secara visual, XPeng P7+ 2026 tampil lebih matang dengan ubahan bumper yang membuatnya sedikit lebih panjang, serta strip lampu LED tunggal yang membentang tegas di bagian depan.
Di atas velg 20 inci yang gagah, mobil ini memancarkan aura kemewahan. Masuk ke dalam kabin, Anda akan disambut oleh 104 total peningkatan.
Mulai dari trim kayu, aksen krom, hingga pencahayaan ambient 256 warna yang memanjakan mata.
Baca Juga: Kia Indonesia Rayakan 25 Tahun dari Era Carnival Hingga Mobil Listrik Masa Depan
Fitur-fitur kecil seperti laci dasbor elektrik dan ventilasi udara tersembunyi menunjukkan perhatian luar biasa pada detail, menciptakan interior yang bersih dan futuristik.
Namun, daya tarik utama mobil terletak pada teknologinya.
Di balik kemudi terdapat layar 8,8 inci, di mana perhatian Anda akan lebih sering tertuju pada kaca depan berkat Augmented Reality HUD seluas 29 inci yang memproyeksikan informasi penting.
Mengutip CarNewsChina, otak di baliknya adalah sistem operasi AIOS 6.0 baru yang canggih.
Varian standar sudah ditenagai dua chip Nvidia Drive Orin, namun XPeng menawarkan opsi upgrade ke chip AI Turing buatan sendiri untuk kemampuan sistem bantuan pengemudi (ADAS) yang lebih superior, termasuk fitur canggih Vision Language Action (VLA).
Urusan performa, spesifikasi XPeng P7+ menawarkan dua pilihan cerdas.
Varian EREV (Extended-Range Electric Vehicle) yang sepenuhnya baru menjadi solusi bagi mereka yang khawatir dengan jarak tempuh.
Tersedia versi EV murni, yang sepenuhnya menghilangkan mesin bensin. Versi ini hadir dengan dua pilihan baterai: 61,7 kWh atau 74,9 kWh.
Jangkauan untuk versi listrik mencapai 725 km dalam kondisi pengujian CLTC. Pembeli dapat memilih motor dasar dengan 180 kW (241 hp) atau yang lebih bertenaga dengan 230 kW (308 hp).
Berita Terkait
-
Sony dan Honda Pamer SUV Listrik Afeela di CES 2026: Desain Sporty, Bisa Main PS5
-
5 Mobil Keluarga Harga Rp50 Jutaan untuk Mudik Lebaran 2026
-
Dari Escudo hingga Terrano, 5 Mobil Bekas di 50 Jutaan Tahan Banjir Selutut
-
Hyundai Ioniq 5 N Diduga Milik Bobby Nasution Hangus Terbakar saat Sedang Terparkir
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?
-
ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System
-
Air PAM Macet Berbulan-bulan, Warga Pegadungan Rogoh Kocek Dua Kali demi Air Bersih
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
-
PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak
-
Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United
-
Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship
-
LoI Sinergi BRI Taipei Dengan KDEI: Berikan Literasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia