-
Tekanan angin ban ideal mencegah motor oleng dan boros bensin.
-
Ban motor matik butuh tekanan 28 hingga 33 psi setiap hari.
-
Periksa kondisi tekanan angin ban secara rutin di bengkel
Suara.com - Ban merupakan komponen paling krusial pada kendaraan darat karena menjadi satu-satunya titik tumpu antara motor dan aspal. Fungsinya bukan sekadar menggelinding, tapi meredam getaran jalan rusak, melindungi velg, hingga menjaga kestabilan saat manuver.
Sayangnya, banyak pengendara yang menyepelekan tekanan angin. Ada mitos keliru yang beredar bahwa "ban kempes itu lebih enak dan empuk" saat lewat jalan rusak.
Anggapan ini sangat berbahaya dan jangan ditiru. Tekanan yang kurang justru membuat motor oleng, tarikan berat, dan boros bensin. Sebaliknya, jika terlalu keras, ban berisiko benjol hingga pecah mendadak.
Lantas, kapan waktu yang tepat mengisi angin? Jika kondisi velg dan ban sehat, pemeriksaan idealnya dilakukan setiap dua bulan sekali.
Namun, jangan terpaku pada kalender. Jika setir motor mulai terasa berat atau "lari" padahal jalanan mulus, segera cek tekanan anginnya sebelum terlambat.
Agar berkendara tetap aman dan nyaman terutama di musim hujan yang licin, berikut adalah panduan tekanan angin ideal berdasarkan jenis motor dan kebutuhan muatannya.
1. Motor Matic
Motor matic adalah jenis kendaraan yang paling umum digunakan untuk harian. Karena desainnya yang ringkas, pengaturan tekanan anginnya difokuskan pada kenyamanan dan kelincahan manuver.
Untuk Ban Depan, tekanan idealnya adalah 28 – 30 psi. Gunakan 28 psi jika Anda sering berkendara sendirian agar bantingan tidak terlalu keras. Namun, jika sering membawa beban atau berboncengan, naikkan menjadi 30 psi untuk menahan beban pengereman.
Baca Juga: Pilihan Ban Motor Anti Slip untuk Musim Hujan, Bikin Aman di Jalanan
Sementara untuk Ban Belakang, tekanan standarnya adalah 31 – 33 psi.
- 31 psi: Cukup untuk pemakaian sendirian (solo riding).
- 33 psi: Sangat disarankan jika dipakai berboncengan. Tekanan ini mencegah permukaan ban menempel terlalu banyak ke aspal yang bisa membuat tarikan mesin jadi berat dan boros BBM.
2. Motor Bebek
Meski sering dianggap mirip matic, motor bebek memiliki distribusi bobot yang sedikit lebih berat di bagian mesin/rangka tengah. Tekanan angin yang pas akan membuat operan gigi terasa halus dan motor tetap stabil.
Rekomendasi untuk Ban Depan motor bebek adalah 29 – 30 psi, sedikit lebih padat dibanding matic untuk menjaga kestabilan setir.
Sedangkan untuk Ban Belakang, aturannya mirip dengan motor matic, yakni di rentang 31 – 33 psi.
Pastikan menyesuaikan dengan beban; jangan biarkan kurang dari 31 psi jika Anda membawa muatan, karena motor bebek sering digunakan sebagai "kuda beban" yang tangguh.
3. Motor Sport
Motor sport memiliki dimensi velg dan ban yang lebih besar, serta bobot kendaraan yang jauh lebih berat. Oleh karena itu, tekanan angin yang dibutuhkan pun paling tinggi di antara jenis lainnya demi menjaga performa dan keselamatan di kecepatan tinggi.
Untuk Ban Depan, tekanan ideal berkisar di angka 32 – 34 psi.
- 32 psi: Untuk penggunaan harian sendirian.
- 34 psi: Jika sering membawa penumpang atau touring dengan box tambahan.
Bagian Ban Belakang membutuhkan tekanan ekstra kuat, yakni sekitar 39 – 41 psi. Tekanan ini penting untuk menopang bobot motor sport sekaligus mencegah velg penyok saat menghantam lubang dengan kecepatan tinggi.
Menjaga tekanan ban adalah cara termurah dan termudah untuk menyelamatkan nyawa Anda di jalan raya.
Jika Anda sudah mengisi angin sesuai takaran di atas namun ban masih sering kempes, terasa goyang, atau ada benjolan, jangan ambil risiko.
Segera lakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel terdekat. Penanganan profesional memastikan seluruh komponen kaki-kaki motor Anda kembali bekerja optimal dan aman digunakan.
Berita Terkait
-
Anti Licin di Musim Hujan, Ini 7 Ban Motor Tubeless Terbaik Mulai 100 Ribuan Pilihan Ojol
-
5 Motor Matic untuk Daerah Pegunungan, Simulasi Cicilan Mulai Rp600 Ribu
-
7 Shockbreaker Motor Matic Paling Nyaman, Pas untuk Jarak Dekat Maupun Jauh
-
5 Rekomendasi Ban Soft Compound Ring 14 yang Cocok untuk Pemakaian Harian
-
4 Perbedaan Isi Ban Motor Pakai Angin Biasa dan Nitrogen, Lebih Baik Mana?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bukan Skutik Biasa, Yamaha Mio M3 Bawa Desain Carbon dan Warna Ngejreng, Segini Harganya
-
Bikin Tetangga Iri Pas Lebaran, Ini 3 Pilihan Motor Sport Seken yang Ramah Buat Pemula
-
Terpopuler: Kopdes Merah Putih Pakai Pikap, Geger Impor Mobil India Rp24 Triliun
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun