- Mengendarai motor kopling membutuhkan koordinasi tangan dan kaki untuk mengoperasikan transmisi manual.
- Pengendara harus mempersiapkan keselamatan diri, memastikan gigi netral, lalu menguasai teknik penyalaan dan pergerakan awal yang halus.
- Penguasaan teknik ini mencakup perpindahan gigi, pengereman yang tepat, serta latihan bertahap guna meningkatkan keamanan dan umur mesin.
Jika motor mati, ulangi dengan lebih halus. Pastikan mesin idle dengan stabil sebelum lanjut.
4. Masuk ke Gigi 1 dan Mulai Bergerak
Tarik tuas kopling lagi sepenuhnya, lalu injak tuas persneling ke bawah untuk masuk gigi 1.
Lepas kopling secara bertahap sambil putar gas sedikit. Koordinasi ini adalah kunci agar motor tidak mati mendadak.
Jika terlalu cepat lepas kopling, motor bisa tersendat; jika terlalu lambat, mesin bisa over-rev. Berlatih di tempat datar untuk merasakan "titik kopling".
5. Naik Gigi Saat Kecepatan Meningkat
Saat motor berjalan mulus di gigi 1 (sekitar 10-20 km/jam), tarik kopling lagi, lalu injak persneling ke atas untuk gigi 2, 3, dan seterusnya.
Lepas kopling halus sambil tambah gas. Idealnya, naik gigi setiap 15-20 km/jam tergantung jenis motor. Ini menghemat bahan bakar dan menjaga mesin tetap optimal.
6. Turun Gigi Saat Perlambat
Baca Juga: 5 Motor Listrik Setangguh PCX dan NMAX, Matic Jumbo Versi Tanpa Bensin
Saat akan berhenti atau menurun, tarik kopling, injak rem, dan turunkan gigi secara bertahap (dari gigi tinggi ke rendah).
Jangan langsung ke netral; gunakan engine brake untuk kontrol lebih baik. Ini berguna di tanjakan atau lalu lintas padat.
Hindari menurunkan gigi terlalu cepat agar tidak selip.
7. Gunakan Rem dengan Benar
Rem depan (kanan) untuk pengereman utama, rem belakang (kaki kanan) untuk stabilitas. Saat mengerem, tarik kopling agar mesin tidak mati.
Di jalan basah, rem perlahan untuk menghindari skid. Kombinasi rem dan kopling membuat pengereman lebih aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Wuling Darion PHEV dengan Jarak Tempuh 1000 KM Mejeng di Pameran Terbaru
-
3 Skema Cicilan Honda Scoopy Terbaru 2026, Mulai Rp900 Ribuan
-
4 Mobil Honda Bekas Murah untuk Mahasiswa yang Ingin Tampil Keren Tanpa Boros Biaya
-
5 BMW Bekas di Bawah Rp50 Juta yang Bikin Perlente, Mewah Dibawa Ke Tongkrongan
-
5 Motor Bekas Paling Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang, Sparepart Murah
-
5 Pilihan Ban Belakang Honda Vario 125: Nyaman, Awet Dipakai Jangka Panjang
-
5 Mobil Bekas Paling Irit Bensin dari Mitsubishi: Tahun Muda, Berapa Harganya?
-
BYD Bangun Sirkuit "Gurun Pasir" Indoor Pertama di Dunia untuk Pengujian Kendaraan Listrik
-
Volkswagen ID. Era 9X EREV Resmi Debut: Performa Kencang, Jarak Tempuh Makin Jauh
-
Irit, Murah tapi Berkelas: Harga Toyota Camry Hybrid 2013 Kini Terjangkau, Brio Minggir Dulu