- BYD Indonesia sukses meluncurkan Atto 1 yang mendongkrak pasar EV domestik berkat harga yang sangat bersahabat.
- BYD akan menyesuaikan produksi model sesuai kebutuhan konsumen Indonesia, memastikan ketersediaan unit tahun ini.
- Kesuksesan harga murah Atto 1 didukung integrasi vertikal dan skala produksi masif yang menekan biaya.
Suara.com - BYD Indonesia mencetak sukses besar dengan peluncuran mobil listrik Atto 1 di Tanah Air pada pertengahan tahun kemarin. City car itu laku keras dan sukses mendongkrak pasar EV domestik berkat harganya yang sangat bersahabat.
Kesuksesan BYD Atto 1 itu tentu saja membuat publik bertanya-tanya - sembari berharap - apakah produsen mobil listrik terbesar dunia itu akan kembali meluncurkan produk serupa di Indonesia?
General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang di Zhengzhou, China, Jumat (16/1//2026) mengakui pihaknya belu bisa memastikan akan meluncurkan lagi produk dengan harga agresif seperti Atto 1.
Namun, perusahaan menegaskan akan tetap menargetkan produksi model-model yang sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal. Meski belum merinci jumlah produksi secara pasti, Liu memastikan bahwa pihaknya akan menyesuaikan kapasitas dengan permintaan pasar.
“Kami berharap bisa memproduksi model yang dibutuhkan konsumen Indonesia. Produksi membutuhkan waktu untuk penyesuaian tetapi kami memastikan tahun ini konsumen tetap bisa mendapatkan unitnya,” kata Liu.
Tetapi Liu menegaskan juga bahwa BYD mampu menghasilkan produk murah karena penerapan konsep integrasi vertikal atau vertical integration dalam rantai produksi perusahaan.
Vertical integration merupakan sistem yang mencakup seluruh proses, mulai dari riset dan pengembangan (R&D), produksi, hingga perakitan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memproduksi banyak komponen mobil secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada pemasok eksternal yang berpotensi menaikkan biaya produksi.
“Vertical integration bukan hanya soal perakitan. Prosesnya dimulai dari R&D hingga produksi. Dengan sistem ini, kami bisa memberikan nilai terbaik kepada konsumen di seluruh dunia,” ujar Liu.
Selain itu, skala produksi BYD yang besar juga menjadi faktor penekan biaya. Dengan kapasitas manufaktur yang masif, perusahaan dapat mengoptimalkan efisiensi produksi sehingga harga jual kendaraan bisa lebih kompetitif.
Baca Juga: Daftar Harga Mobil BYD Semua Tipe, Terbaru Bulan Januari 2026
“Skalabilitas juga membantu kami memaksimalkan efisiensi biaya manufaktur. Semua faktor ini membuat BYD mampu menawarkan produk yang lebih terjangkau dan kompetitif,” lanjut Liu.
Atto 1, yang dijual di bawah Rp 200 juta, meraih sukses besar. Hanya dalam kurang dari 6 bulan, mobil itu terjual sebanyak 22.582 unit - berkontribusi 48,3 persen atau hampir separuh dari total penjualan mobil BYD di Indonesia tahun lalu yang mencapai 46.711 unit.
Tidak hanya itu, Atto 1 juga memperbesar market share ev di Indonesia menjadi di atas 12 persen - untuk pertama kalinya di dalam sejarah.
Berita Terkait
-
BYD Beri Kode Denza B5 Bakal Hadir di Indonesia
-
Rahasia Produksi Kilat BYD yang Cetak 2 Juta Mobil Listrik Setahun Gunakan Robot
-
BYD Bangun Sirkuit "Gurun Pasir" Indoor Pertama di Dunia untuk Pengujian Kendaraan Listrik
-
Persaingan Sengit Toyota dan Brand China di Pasar Mobil Nasional
-
Susul Langkah VinFast, BYD Siapkan Mobil Khusus Armada Taksi Online: Ini 4 Model Andalannya
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
3 Pilihan Harga Daihatsu Luxio Bekas: MPV 'Boxy' Pintu Geser Mulai Rp100 Jutaan, Luas dan Bandel
-
7 Motor Matic Bekas untuk Mudik, Muat Bawa Banyak Barang Mulai Rp4 Jutaan
-
Pernah Jadi Mobil Pejabat, 3 Sedan Mewah Bekas Eropa Ini Sekarang Harganya Cuma Rp80 Jutaan
-
4 Fakta Insentif Mobil Listrik Disetop Tahun Ini, Siap-Siap Harga Naik 15 Persen
-
BYD Beri Kode Denza B5 Bakal Hadir di Indonesia
-
2 Pembalap Indonesia Tembus MotoGP 2026, Alumni Sekolah Balap Ini Jadi Sorotan Dunia
-
3 Mobil Mitsubishi Dua Baris Mulai Rp70 Jutaan, Irit dan Tangguh Buat Keluarga Kecil
-
7 Penyebab Motor Mati Mendadak Padahal Bensin Penuh, Cek Ini Sebelum ke Bengkel
-
3 Pilihan Mobil Bekas LCGC Rp60 Jutaan: Irit, Tahun Muda, dan Ramah Keluarga
-
Berapa Harga Wuling Air EV Bekas di Tahun 2026? Cek Update Banderol Terbarunya