Otomotif / Mobil
Minggu, 18 Januari 2026 | 16:54 WIB
Suzuki Sidekick. (Drive Place)

Suzuki Karimun

Suzuki Karimun "Kotak". (CarsWP)

Jika kamu mencari mobil harian yang praktis dan hemat bahan bakar, Suzuki Karimun bisa menjadi pilihan menarik. Mobil ini dikenal sebagai city car yang simpel, mudah dikendarai, dan minim rewel. Karimun generasi awal, khususnya Karimun Kotak, hingga kini masih banyak berseliweran di jalanan.

Keunggulan utama Suzuki Karimun terletak pada mesin kecilnya yang irit namun cukup tangguh. Perawatannya tergolong murah, suku cadang mudah ditemukan, dan cocok digunakan di perkotaan dengan lalu lintas padat.

Dimensi bodinya yang ringkas juga memudahkan parkir di area sempit.

Meski sederhana, Karimun menawarkan kabin yang cukup lega untuk ukuran city car. Mobil ini sangat cocok bagi pemula, keluarga kecil, atau sebagai kendaraan operasional harian.

Di pasar mobil bekas, harga Suzuki Karimun masih ramah di kantong, mulai dari Rp25 jutaan hingga Rp45 jutaan.

Suzuki Baleno

Suzuki Baleno Sedan. [carswp]

Suzuki Baleno menjadi opsi menarik bagi kamu yang menginginkan mobil dengan kenyamanan lebih, namun tetap terjangkau. Sedan ini dikenal memiliki bantingan suspensi yang empuk serta kabin yang relatif senyap

Baleno juga menawarkan handling yang stabil untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota.

Baca Juga: SUV Compact Bekas Mitsubishi Xforce vs Honda HR-V Mending Mana?

Dari sisi mesin, Suzuki Baleno terkenal awet dan tidak ribet dalam perawatan. Konsumsi bahan bakarnya cukup efisien untuk ukuran sedan, sementara ketersediaan spare part masih terjaga hingga sekarang. Desainnya memang tidak terlalu modern, namun justru itulah daya tariknya sebagai sedan simpel dan fungsional.

Harga Suzuki Baleno bekas saat ini berada di kisaran Rp40–50 jutaan, tergantung tahun dan kondisi kendaraan. Dengan harga tersebut, Baleno masih sangat layak dipertimbangkan sebagai mobil keluarga yang nyaman.

Demikian itu mobil awet Suzuki dengan harga kurang dari 50 jutaan. Tinggal sesuaikan pilihan dengan kebutuhan.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More