Otomotif / Mobil
Senin, 19 Januari 2026 | 08:29 WIB
Toyota Land Cruiser 100 jadi mobil yang digunakan pereli nasional Julian Johan di Rally Dakar 2026. (Ist)
Baca 10 detik
  • Pereli Indonesia, Julian Johan, meraih peringkat kelima pada kategori Dakar Classic usai 14 hari berkompetisi di Arab Saudi.
  • Tujuan awal Julian adalah menyelesaikan seluruh lintasan ekstrem sejauh 8.000 kilometer tersebut dan berhasil mencapai garis akhir.
  • Keberhasilan ini juga didukung performa andal mobil SUV Toyota Land Cruiser 100 yang dikelola tim Prancis.

Suara.com - Setelah mengarungi 14 hari pertarungan reli di gurun batu dan gurun pasir Arab Saudi dalam kompetisi Dakar 2026, debut Julian Johan, pereli Indonesia berhasil meraih peringkat kelima di kategori Dakar Classic.

Keberhasilan di ajang reli paling ganas di dunia ini, tidak hanya berhasil mencapai target, tetapi pencapaian tersebut sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, khususnya di ajang motorsport.

Meskipun menurutnya berada di peringkat kelima Dakar Classic ini di luar ekspektasi, namun hal ini menjadi hasil dari jerih payah selama berhari-hari menjaga konsistensi serta komitmen untuk menyelesaikan kompetisi dengan hasil terbaik.

“Memang tujuan awalnya adalah bisa mencapai garis finish pada ajang Dakar 2026. Karena mengingat medan yang ekstrem, karena bukan hanya dari lintasan, tetapi juga dari jarak dan durasi balapnya, finish menjadi hal yang paling realistis bagi saya,” ungkap Julian Johan yang ditemani navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, usai podium seremoni di Yanbu, Arab Saudi, Senin (19/1/2026).

Ada sejumlah hal yang melatarbelakangi keberhasilannya tersebut. Terlebih setelah dirinya mengetahui ada sejumlah hal yang bisa ia maksimalkan untuk tampil lebih baik pada stage yang digelar.

Mobil yang digunakan pereli nasional Julian Johan di Rally Dakar 2026. (Foto: Motul)

Dengan berbekal pengetahuan yang telah ia pelajari sepanjang kompetisi, memasuki pekan kedua akhirnya pereli yang akrab disapa Jeje ini mencoba untuk menaikkan performanya agar bisa mendapatkan hasil optimal.

“Sehingga saat masuk pada minggu kedua saya mulai mencoba untuk bermain lebih baik lagi, dengan minim kesalahan dengan tujuan tetap finish. Tapi di satu sisi kenapa tidak untuk kita mencoba bisa memperbaiki peringkat di setiap harinya,” sambungnya.

Pencapaian peringkat kelima di kategori Dakar Classic 2026, bukan satu-satunya hal berhasil ia raih. Sejak Special Stage Prologue, kemudian Special Stage 1 hingga Special Stage 13, Jeje juga sukses menyelesaikan tantangan.

Tentunya ini bukan perkara mudah, sebab total lintasan yang harus dilahap selama gelaran Dakar 2026 adalah sejauh 8.000 kilometer lebih. Dengan durasi dan jarak tersebut, bukan tidak mungkin segala sesuatu bisa terjadi selama balapan.

Baca Juga: Update Harga Toyota Januari 2026: Innova Zenix Naik Kelas, Agya Tetap Terjangkau

“Buat saya bisa merampungkan setiap stage Dakar memang menjadi prestasi utama, bukan cuma tujuan utama tetapi itu merupakan sebuah achievement atau pencapaian yang luar biasa. Jarak Dakar 8.000 kilometer kita tempuh dalam 2 minggu, dan di setiap harinya boleh dibilang satu hari penuh kita berada di balik kemudi, itu bukan hal yang mudah,” bebernya.

Performa Jeje sepanjang Dakar 2026 tidak hanya ditopang oleh kemampuan mengemudi serta navigasi dari navigator, tetapi SUV Toyota Land Cruiser 100 yang ia kemudikan juga memiliki peran penting.

Mobil yang dimaintenance oleh tim balap asal Prancis, Compagnie Saharienne, terbukti andal dan senantiasa tidak mengalami kendala yang berarti selama dua pekan digeber di atas gurun pasir dan gurun batu.

“Untuk LC100 Alhamdulillah tidak bermasalah dari awal sampai akhir, kita bisa setiap harinya mencapai finish dengan kondisi yang utuh dan tetap sehat. Jadi kalau yang sifatnya kerusakan lebih kepada kaitannya baret pada bodi, pada bagian bumper,” pungkasnya.

Load More