Suara.com - Honda City sedan merupakan jenis mobil sedan kompak 4 pintu hasil produksi Honda yang menawarkan kemewahan, kenyaman, modern dan kecanggihan teknologi dengan harga terjangkau.
Popularitas Honda City masih menanjak di tengah gempuran berbagai brand sedan yang semakin tidak terbendung. Penyebab minat customer besar karena mobil tersebut memberikan desain modern, irit pemakaian bahan bakar, adopsi teknologi canggih seperti Honda Sensing.
Dari situlah sejak awal peluncuran di Indonesia tahun 1996, sebagai segmen sedan kecil telah berhasil menembus minat customer supaya tidak berpaling atau bosan.
Uniknya lagi, Honda City menggunakan kombinasi sempurna untuk perpaduan performa, gaya, kenyamanan. Bahkan dapat dipastikan bahwa posisinya berada di bawah Honda Civic tapi di atas Honda Accord.
Fitur umum mobil sedan keluaran Honda ini memang memicu meningkatnya popularitas di pasaran otomotif Tanah Air. Contohnya seperti penggunaan mesin 1.5L i-VTEC yang bertenaga, kecanggihan teknologi keselamatan memakai Honda Sensing (Lane Keeping Assist, Collision Mitigation Brake System dan lain-lain).
Selanjutnya desain sporty, stylish dengan velg 16 inci serta masih menggunakan deretan fitur kenyamanan berupa remote engine start, full LED highlights, layar infotainment 8 inci dan lain-lain.
Jika Anda punya rencana membeli Honda City sedan, pahami dulu besaran pajak, harga beli, konsumsi BBM, tenaga dan torsi. Sebab, nantinya akan mempengaruhi biaya operasional setelah mobil berhasil terbeli. Jangan sampai terjadi pembengkakan pengeluaran di kemudian hari.
Besaran Pajak Honda City Sedan
Sebelum memutuskan untuk membeli Honda City, teliti dulu besaran pajaknya. Nilai nominalnya sendiri bervariasi tergantung tipe serta tahun produksi.
Baca Juga: Apa Bedanya Toyota Rush dan Daihatsu Terios? Simak Rinciannya Biar Nggak Salah Beli
Secara umum total pajak yang harus dibayarkan senilai Rp 4 jutaan hingga Rp 6 jutaan setiap tahun. Supaya mendapatkan gambaran detail, berikut uraian singkat estimasi nilai nominalnya.
Honda City 2020 (GM6 1.5 S CVT)
Pemilik Honda City tahun serta tipe tersebut, perkiraan besaran pajaknya senilai Rp 4,7 jutaan.
Honda City 2020 (GM6 1.5 E CVT)
Mobil sedan Honda City dengan tipe seperti itu, estimasi nominal pajak yang harus dibayarkan sekitar Rp 5,2 jutaan.
Honda City 2021 (1.5 E CVT)
Berita Terkait
-
Apa Bedanya Toyota Rush dan Daihatsu Terios? Simak Rinciannya Biar Nggak Salah Beli
-
4 Pilihan Mobil Listrik Hyundai 2026 untuk Hidup Lebih Tenang, Lengkap dengan Harga Terbaru
-
Daihatsu Luxio vs Xenia Terbaru Mending Mana? Simak Konsumsi BBM, Pajak dan Harganya
-
4 Pilihan Sedan Bekas Seharga Honda Scoopy yang Mudah Perawatan
-
5 Mobil Toyota dengan Pajak Paling Ringan, Ideal Buat Keluarga
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL