Otomotif / Mobil
Kamis, 22 Januari 2026 | 11:11 WIB
Mitsubishi Triton untuk Pasar Thailand Terima Penyegaran dengan Tampilan Lebih Agresif. (Foto: Ist)

Suara.com - Bila membutuhkan mobil harian dengan performa tinggi, baik itu untuk keperluan keluarga atau bisnis kecil di rumah kita bisa memilih salah satunya dari merk Mitsubishi.

Mobil dari Mitsubishi ini sudah lama dikenal sebagai merek mobil yang mengedepankan ketahanan mesin dan kepraktisan penggunaan. 

Karakter tersebut membuat banyak produk lamanya tetap relevan di pasar mobil bekas, terutama bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan harian dengan biaya kepemilikan yang terkendali.

Mitsubishi menyediakan beberapa jenis mobil untuk berbagai keperluan pendukung bisnis harian untuk pemakaian dalam kota, kebutuhan keluarga, hingga aktivitas usaha lainnya.

Mobil bekas Mitsubishi menawarkan kombinasi performa, efisiensi bahan bakar, dan ketersediaan suku cadang yang relatif mudah.

Maka, jika Anda juga mencari mobil bekas untuk harian dari Mitsubishi, berikut beberapa pilihan mobil bekas Mitsubishi yang masih layak dipilih.

1. Mitsubishi Mirage

Mitsubishi Mirage, salah satu mobil bekas yang dikenal irit. (Suara.com x Gemini AI)

Mitsubishi Mirage menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang lebih banyak beraktivitas di dalam kota. Dimensinya ringkas, radius putarnya kecil, dan karakter mesinnya difokuskan pada efisiensi bahan bakar.

Mirage dibekali mesin bensin 1.2 liter tiga silinder yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 77 PS dengan torsi kurang lebih 100 Nm.

Baca Juga: Honda CR-V vs Nissan X-Trail Bekas, Mana SUV Paling Tangguh untuk Keluarga?

Tenaga tersebut memang tidak besar, tetapi cukup untuk penggunaan harian yang santai dan efisien. Konsumsi bahan bakarnya tergolong sangat irit, berada di kisaran 20 hingga 22 km per liter dalam kondisi normal.

Untuk pajak tahunan, Mitsubishi Mirage tergolong ringan, yakni sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, tergantung tahun dan wilayah. Di pasar mobil bekas, harganya kini berada di rentang Rp70 juta sampai Rp140 juta.

Mirage cocok bagi pengguna pemula, pekerja kantoran, atau keluarga kecil yang membutuhkan mobil praktis dengan biaya operasional rendah.

2. Mitsubishi Colt L300

Mobil niaga pick up Mitsubishi L300. (Dok. Mitsubishi)

Mitsubishi Colt L300 sudah lama dikenal sebagai kendaraan niaga yang sangat tangguh. Meski identik dengan keperluan usaha, banyak unit L300 bekas masih digunakan sebagai kendaraan harian karena keandalan mesinnya. Paling cocok untuk mengangkut barang di area dalam kota.

Mobil ini mengandalkan mesin diesel 2.5 liter yang menghasilkan tenaga sekitar 74 PS dengan torsi besar mencapai 197 Nm.

Karakter torsinya membuat L300 sangat kuat saat membawa beban.

Konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 10–12 km per liter, cukup efisien untuk kelas kendaraan niaga.

Pajak tahunan Colt L300 umumnya berada di angka Rp2 juta hingga Rp3 juta. Sementara itu, harga bekasnya masih relatif terjangkau, yakni sekitar Rp80 juta hingga Rp150 juta.

Mobil ini ideal untuk pelaku usaha kecil, distribusi barang, atau aktivitas yang membutuhkan kendaraan kuat dan minim perawatan. 

3. Mitsubishi Xpander Generasi Awal

https://www.mitsubishi-motors.co.id/our-cars/new-xpander

Ini merupakan MPV nyaman yang bisa diandalkan sebagai mobil keluarga. Mitsubishi Xpander generasi awal masih menjadi salah satu MPV bekas favorit di Indonesia. Mobil ini menawarkan kabin luas, suspensi nyaman, dan desain yang masih terlihat modern meski bukan model terbaru.

Xpander dibekali mesin bensin 1.5 liter dengan tenaga sekitar 105 PS dan torsi 141 Nm. Performa tersebut cukup seimbang untuk penggunaan harian, baik di dalam kota maupun perjalanan luar kota. Konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 14–16 km per liter, tergolong efisien untuk mobil keluarga.

Pajak tahunan Xpander berada di kisaran Rp2,8 juta hingga Rp3,5 juta. Di pasar mobil bekas, harganya kini berkisar antara Rp180 juta hingga Rp220 juta. Xpander cocok bagi keluarga muda yang membutuhkan mobil harian nyaman, lapang, dan tidak boros biaya.

4. Mitsubishi Pajero Sport Generasi Lama

Mitsubishi Pajero Sport 2009. (Drive Place)

Terkenal sebagai SUV tangguh untuk mobilitas tinggi, mobil ini cocok bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan dengan kemampuan lebih, Mitsubishi Pajero Sport generasi lama masih sangat layak dipilih. Meski berusia tidak muda, karakter mesinnya dikenal kuat dan awet.

Pajero Sport lawas menggunakan mesin diesel 2.5 liter dengan tenaga sekitar 136 PS dan torsi besar mencapai 314 Nm. Torsi yang melimpah membuat mobil ini nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan. Konsumsi BBM-nya berada di kisaran 9–11 km per liter.

Untuk pajak tahunan, Pajero Sport berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp5,5 juta. Harga bekasnya saat ini umumnya mulai dari Rp250 juta, tergantung kondisi dan tahun produksi.

Mobil ini cocok untuk pengguna yang sering bepergian jauh atau membutuhkan SUV yang tangguh namun tetap nyaman dipakai harian.

5. Mitsubishi Triton Bekas

Mitsubishi New Triton diluncurkan dalam enam varian seru [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Bila butuh kendaraan pickup serbaguna untuk bawa barang antar kota, Anda bisa pilih Mitsubishi Triton bekas.

Mobil ini menawarkan karakter unik sebagai kendaraan pickup yang tetap nyaman dikendarai. Banyak pengguna memanfaatkan Triton sebagai mobil kerja sekaligus kendaraan harian.

Triton dibekali mesin diesel 2.5 liter dengan tenaga bervariasi, mulai dari sekitar 136 PS hingga 178 PS, dengan torsi maksimal mencapai 400 Nm pada varian tertentu.

Konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 10–12 km per liter, sebanding dengan performa yang ditawarkan.

Pajak tahunan Mitsubishi Triton berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp5 juta. Di pasar mobil bekas, harganya umumnya berada di atas Rp150 juta.

Triton cocok bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan serbaguna dengan daya angkut besar namun tetap nyaman untuk dipakai sehari-hari.

Demikian itu daftar rekomendasi mobil bekas Mitsubishi. Dengan memilih model yang sesuai kebutuhan dan kondisi unit yang terawat, mobil bekas Mitsubishi dapat menjadi solusi transportasi jangka panjang yang aman dan ekonomis.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More