- Aki kering menawarkan tegangan stabil dan bebas perawatan, cocok untuk motor injeksi modern.
- Aki basah lebih ekonomis namun butuh pengecekan air aki rutin agar tidak cepat rusak.
- Salah memilih jenis aki berisiko merusak komponen kelistrikan dan memicu kebocoran cairan asam.
Suara.com - Pernahkah Anda mengalami momen menyebalkan saat motor susah distarter di pagi hari atau klakson yang suaranya terdengar "lemas"? Jangan buru-buru menyalahkan mesin, bisa jadi jantung kelistrikan motor Anda—sang Aki—sedang meminta perhatian.
Aki bukan sekadar baterai; ia adalah nyawa bagi sistem pengapian, lampu, hingga starter elektrik.
Memilih aki yang tepat seringkali membingungkan: setia pada Aki Basah yang legendaris atau beralih ke Aki Kering yang kekinian? Salah pilih bukan cuma bikin dompet boncos, tapi bisa merusak komponen motor lainnya.
Agar tidak salah langkah, mari kita bedah tuntas perbedaan keduanya dari segi perawatan hingga keamanan.
1. Perang Teknologi: Cairan vs Gel
Secara fisik, aki basah berisi cairan elektrolit (campuran air suling dan asam sulfat) yang berfungsi menghantarkan listrik.
Karena isinya cair, posisi pemasangannya harus tegak sempurna. Miring sedikit saja, cairan bisa tumpah dan merusak bodi motor.
Sebaliknya, aki kering menggunakan teknologi yang lebih modern. Elektrolitnya berbentuk gel atau terserap dalam material khusus (Absorbed Glass Mat). Desainnya tertutup rapat (sealed), sehingga Anda bebas dari rasa was-was soal tumpahan cairan, bahkan saat motor diajak bermanuver ekstrem.
2. Kaum Rajin vs Kaum Anti-Ribet
Baca Juga: Baterai HP Penuh, Aki Motor Malah Sekarat? Bongkar Tuntas Dosa Tersembunyi Ngecas di Motor
Di sinilah perbedaan paling terasa. Jika Anda tipe orang yang sibuk dan ingin motor "tinggal pakai", aki basah mungkin akan merepotkan.
Aki Basah: Menuntut perhatian ekstra. Anda wajib mengintip ketinggian air aki secara berkala. Lupa mengisi air aki? Siap-siap sel aki rusak permanen.
Aki Kering: Juara dalam kepraktisan. Dikenal dengan istilah Maintenance Free (MF), aki ini tidak butuh pengisian ulang cairan seumur hidupnya. Pasang, lalu lupakan (sampai masa pakainya habis).
3. Stabilitas untuk Motor Modern
Motor keluaran terbaru yang penuh fitur elektronik (Injeksi, lampu LED, panel digital) sangat sensitif terhadap naik-turunnya tegangan listrik.
Aki Kering: Menawarkan suplai tegangan yang jauh lebih stabil dan konsisten. Ini membuatnya menjadi pasangan serasi untuk motor injeksi zaman now.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Iman Rachman Mundur, Penggantinya Sedang Dalam Proses Persetujuan OJK
-
Purbaya: Mundurnya Dirut BEI Sentimen Positif, Saatnya Investor 'Serok' Saham
-
5 Fakta Menarik Cheveyo Balentien: Pemain Jawa-Kalimantan yang Cetak Gol untuk AC Milan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
Terkini
-
BYD Pilih Vietnam Perkuat Cengkraman di ASEAN Lewat Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik
-
Akhir Sebuah Era: Quartararo Dikabarkan Pilih Honda, Yamaha Ditinggalkan karena Lambat?
-
5 Rekomendasi Motor Bebek Paling Irit, Hemat BBM dan Mesin Bandel
-
GAC Indonesia Siapkan Mobil Listrik 7 Penumpang Baru dan Kirim Cepat Jelang Lebaran 2026
-
Tak Lagi Numpang, Chery Targetkan Punya Pabrik Sendiri Tahun Depan
-
Penting bagi Pemilik Grand Vitara! Cek Speedometer Sekarang Demi Keselamatan
-
Strategi Suzuki Indonesia Incar Pangsa Pasar 9,5 Persen Sepanjang 2026
-
5 Mobil Matic Kecil yang Kuat di Tanjakan, Nyaman untuk Harian
-
Dijual Setara LCGC, Spek Rasa Raize: Harga Mobil VW di India Bikin Iri
-
12 Pilihan LCGC Bekas Mulai Rp70 Jutaan: Solusi Mobil Gesit nan Irit untuk Kaum Mendang-Mending