- Menteri Pertahanan Israel mengklaim IDF sukses menyerang dan menewaskan Menteri Intelijen Iran pada Selasa malam.
- Pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar kematian Menteri Intelijen Esmaeil Khatib.
- Israel mengindikasikan wewenang menarget pejabat tinggi Iran selanjutnya tanpa perlu persetujuan dari Netanyahu.
Suara.com - Menteri Pertahanan Israel, israel Katz mengklaim bahwa Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada Selasa malam waktu setempat.
Namun, pihak Iran hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi atas kabar tersebut.
Katz menyatakan, “Saya dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberi wewenang kepada militer untuk menarget pejabat tinggi Iran berikutnya tanpa perlu persetujuan tambahan.”
Sumber The Jerusalem Post menyebut, hasil serangan awal masih belum sepenuhnya jelas.
“Ada optimisme serangan berhasil, tetapi tidak ada hasil definitif yang dikonfirmasi,” kata salah satu sumber.
Sumber lain menyatakan, “Upaya telah dilakukan, tetapi hasilnya masih samar.”
Khatib, yang menjabat sejak Agustus 2021 di era Presiden Ebrahim Raisi, dikenal sebagai tokoh garis keras dekat Ayatollah Ali Khamenei.
Saat Raisi meninggal dalam kecelakaan helikopter, Presiden Masoud Pezeshkian mempertahankan Khatib di posisi tersebut, langkah yang jarang terjadi karena biasanya presiden baru mengganti menteri dengan orang dekatnya.
“Khatib dianggap sebagai hardliner yang mampu menahan pengaruh moderat Pezeshkian,” tulis laporan Jerusalem Post.
Baca Juga: AS dan Israel Dinilai Kewalahan Hadapi Iran, Pengamat Senior Ungkap Faktor Kunci Kekuatan
Ini menjadi pembunuhan pejabat tinggi Iran yang signifikan sejak awal konflik, menyusul tewasnya Ali Larijani dan kepala pasukan Basij Gholamreza Soleimani beberapa hari sebelumnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan sistem politik negara itu tetap kokoh meski tokoh pentingnya tewas.
“Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan institusi politik, ekonomi, dan sosial yang mapan,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan Al Jazeera, Rabu (18/3/2026).
“Kehadiran atau ketiadaan satu individu tidak memengaruhi struktur ini.”
Larijani, 67 tahun, merupakan tokoh dekat almarhum pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan putranya, Mojtaba Khamenei.
Pembunuhannya menandai hilangnya figur senior tertinggi di kepemimpinan Teheran sejak serangan udara awal perang yang dimulai 28 Februari lalu.
Araghchi menekankan, meski kehilangan pemimpin besar seperti Khamenei, sistem politik Iran tetap berjalan.
“Sistem terus bekerja dan segera menyediakan pengganti,” kata dia. “Jika orang lain gugur, hal yang sama akan terjadi.”
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
AS dan Israel Dinilai Kewalahan Hadapi Iran, Pengamat Senior Ungkap Faktor Kunci Kekuatan
-
Pembalasan Atas Gugurnya Ali Larijani, Iran Hujani Israel dengan Rudal Klaster Mematikan
-
Pembunuhan Ali Larijani Tak Goyakan Iran, Menlu Abbas Araghchi: Mati Satu Tumbuh Seribu
-
Pengamat Timur Tengah: Wafatnya Para Petinggi Iran Bisa Jadi Neraka Dunia Buat AS-Israel
-
Profil Lengkap Ali Larijani: Akademisi, Jenderal, Negosiator Nuklir, dan Penjaga Revolusi Iran
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah