Otomotif / Mobil
Kamis, 05 Februari 2026 | 12:36 WIB
MPV pembawa rombongan pengantin terjebak di jalan offroad (Instagram)
Baca 10 detik
  • Kronologi rombongan pengantin terjebak di jalur tanah merah yang viral di media sosial.
  • Bahaya teknis memaksa mobil keluarga melewati medan ekstrem tanpa spesifikasi memadai.
  • Pentingnya survei rute sebelum acara besar untuk menghindari kerugian materiil.

Suara.com - Sebuah momen sakral yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi ketegangan di tengah hutan. Pada Kamis, 5 Februari 2026, jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan video dari akun Instagram @lambeturah_official yang memperlihatkan iring-iringan mobil MPV (Multi Purpose Vehicle) terjebak di jalur tanah yang ekstrem.

Kronologi Kejadian: Salah Pilih Jalur di Hari Bahagia

Kejadian bermula saat rombongan besar yang hendak melangsungkan acara pernikahan ini menempuh perjalanan menuju lokasi pelaminan. Alih-alih melintasi jalan raya beraspal, rombongan ini justru diarahkan ke rute yang tidak lazim.

Diduga demi memotong waktu atau mengikuti arahan navigasi digital, iring-iringan tersebut masuk ke jalur tanah merah yang biasanya hanya digunakan oleh kendaraan off-road khusus.

Situasi kian memburuk karena kondisi cuaca. Hujan yang turun sebelumnya mengubah permukaan tanah menjadi bubur lumpur yang sangat lembek dan licin.

Satu per satu mobil MPV dalam rombongan tersebut mulai kehilangan kendali. Roda mobil hanya berputar di tempat (spin), tak mampu mencengkeram permukaan tanah yang labil.

Dalam rekaman video, terlihat kepanikan para penumpang. Beberapa orang terpaksa turun dari mobil, mengotori pakaian mereka demi membantu menggali tanah dan mengganjal roda agar kendaraan bisa bergerak.

Beberapa unit mobil bahkan benar-benar terhenti di tengah tanjakan curam, membuat antrean panjang yang memacetkan jalur setapak tersebut.

Analisis Teknis: Mengapa Mobil MPV "Haram" Masuk Jalur Ini?

Baca Juga: 5 Mobil Paling Irit Biaya Servis, Sparepart Melimpah dan Ringan Buat Harian

Setelah melihat kronologi di atas, muncul pertanyaan besar: mengapa mobil keluarga seperti Avanza, Xpander, atau sejenisnya begitu kesulitan di medan tersebut?

  1. Ban Standar vs Lumpur: Ban yang digunakan mobil harian adalah tipe Highway Terrain (HT). Pola kembangannya rapat untuk kesenyapan di aspal, sehingga saat masuk lumpur, celah ban langsung tertutup tanah dan kehilangan daya cengkeram total.
  2. Ground Clearance Rendah: MPV dirancang dengan jarak ke tanah yang terbatas. Di jalur tidak rata, gundukan tanah atau batu besar sangat mudah menghantam bagian bawah mobil (kolong), yang berisiko merusak tangki bahan bakar atau transmisi.
  3. Sistem Penggerak Dua Roda: Mayoritas MPV menggunakan penggerak roda depan (FWD) atau belakang (RWD) saja. Tanpa fitur Four-Wheel Drive (4WD) atau Differential Lock, tenaga mesin hanya akan terbuang sia-sia pada satu roda yang selip.

Risiko Kerusakan dan Biaya Perbaikan

Memaksa mobil harian bermain di medan off-road bukan tanpa konsekuensi.

Pemilik kendaraan harus bersiap menghadapi risiko kerusakan komponen kaki-kaki seperti tie rod, ball joint, dan shockbreaker.

Jika sudah rusak, biaya perbaikannya tidak murah, bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp7 jutaan tergantung merk dan tingkat kerusakan.

Solusi Agar Acara Tidak Berantakan

Load More