Otomotif / Motor
Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:19 WIB
crosser AHRT Arsenio Algifari yang jatuh, bangkit, dan raih double podium di Kejurnas Motocross (Dok. AHM)
Baca 10 detik
  • Desain dagu lancip helm motocross berisiko memicu cedera leher fatal saat bergesekan dengan aspal.
  • Absennya visor membuat mata dan wajah rentan terkena debu serta kerikil kecepatan tinggi.
  • Helm bulat lebih aman di jalan raya karena meminimalisir hambatan gesekan saat terjatuh.

Suara.com - Menggunakan helm saat berkendara sepeda motor adalah kewajiban mutlak demi keselamatan. Namun, fenomena pengendara yang menggunakan helm motocross atau helm trail untuk aktivitas harian di jalan aspal semakin marak. Alasannya beragam, mulai dari ingin terlihat gagah hingga sekadar mengikuti tren fashion otomotif.

Meski sama-sama pelindung kepala, ternyata helm motocross dirancang dengan spesifikasi yang sangat spesifik untuk medan tanah (off-road), bukan untuk jalan raya beraspal (on-road). Memaksakan penggunaan helm ini untuk harian ternyata menyimpan potensi bahaya yang tidak main-main.

Berikut adalah alasan mengapa helm jenis ini sebaiknya Anda simpan saja di rumah jika hanya akan berkendara ke kantor atau sekolah.

1. Desain yang "Menjegal" Keselamatan di Aspal

Secara visual, helm motocross memang terlihat agresif dengan bagian dagu yang mengerucut panjang (cakil) dan adanya pet atau topi di bagian atas.

Fitur ini sangat berguna di medan berlumpur untuk sirkulasi udara ekstra saat pengendara terengah-engah menaklukan rintangan fisik.

Namun, desain yang tidak smooth atau tidak bulat ini adalah musuh utama jalan aspal.

Prinsip keselamatan helm jalan raya adalah bentuk yang bulat (bundar). Mengapa? Agar ketika pengendara terjatuh dan terseret di aspal, helm dapat menggelinding atau meluncur (sliding) dengan mulus untuk meredam energi benturan.

Sebaliknya, bentuk helm motocross yang menyudut dan menonjol justru dapat "tersangkut" pada permukaan aspal saat terjadi kecelakaan.

Baca Juga: 5 Motor dengan Bagasi Besar yang Muat Simpan Helm, Mulai Rp19 Jutaan

Hambatan ini berisiko memutar kepala secara paksa atau memberikan tekanan berlebih yang bisa menyebabkan cedera leher serius hingga patah tulang leher.

Honda CRF Helmet Grey. (Honda)

2. Absennya Visor Pelindung

Masalah kedua terletak pada area pandang. Helm motocross umumnya didesain terbuka tanpa kaca pelindung (visor) bawaan, karena penggunaannya biasanya dipadukan dengan goggles (kacamata khusus).

Jika digunakan harian tanpa goggles di jalan raya, wajah Anda tidak memiliki proteksi sama sekali.

Jalanan aspal penuh dengan kendaraan berkecepatan tinggi yang menerbangkan debu, kerikil, hingga serangga.

Tanpa visor, mata akan cepat kering dan penglihatan terganggu, yang secara otomatis menurunkan respons keselamatan Anda.

Load More