- Debut Suzuki e-Vitara di IIMS 2026 dibanderol mulai Rp755 juta, selisih tajam dengan kompetitor.
- Baterai 61 kWh tawarkan jarak tempuh 428 km dengan fitur pengisian cepat 50 menit.
- Hadirkan teknologi shift-by-wire dan pedal mode sebagai standar mobil listrik modern.
Suara.com - Panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, mendadak panas. Bukan hanya karena deretan mobil baru, tapi karena kejutan harga yang bikin pengunjung mengernyitkan dahi.
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya resmi terjun ke kolam elektrifikasi penuh dengan meluncurkan Suzuki e-Vitara. Namun, sorotan utama bukan sekadar pada teknologinya, melainkan keberanian Suzuki membanderol mobil ini mulai Rp755 juta.
Angka ini sontak menjadi perbincangan hangat, apalagi jika disandingkan dengan fenomena harga mobil listrik pabrikan lain seperti BYD Atto 1 yang kabarnya bermain di angka Rp199 juta.
Ada selisih harga lebih dari setengah miliar rupiah di antara keduanya! Lantas, apa "jualan" utama Suzuki hingga berani mematok harga premium ini?
Strategi "Mahal" tapi Pasti?
Presiden Direktur PT SIS, Minoru Amano, menyebut peluncuran pada Kamis (5/2/2026) ini sebagai tonggak sejarah baru. e-Vitara adalah jawaban Suzuki untuk melengkapi strategi multi-pathway mereka.
Jika sebelumnya kita sudah disuguhkan teknologi hybrid lewat Ertiga, XL7, hingga Grand Vitara, kini e-Vitara hadir sebagai opsi full electric.
Bagi loyalis Suzuki, harga Rp755 juta (varian single tone) hingga Rp758 juta (two-tone) mungkin dianggap sepadan dengan reputasi durabilitas merek Jepang tersebut dibanding pendatang baru yang banting harga.
Bedah Spesifikasi: Apa yang Didapat dengan Rp755 Juta?
Baca Juga: Resmi Mengaspal Suzuki e-Vitara Jadi Mobil Listrik Pertama Suzuki di Indonesia
Jika Anda menebus e-Vitara dengan harga tersebut, Anda mendapatkan sebuah SUV ringkas dengan bekal baterai berkapasitas 61 kWh.
Di atas kertas, performanya cukup menjanjikan untuk harian maupun luar kota:
- Tenaga: 128 kW
- Torsi: 193 Nm
- Jarak Tempuh: Hingga 428 km dalam sekali cas penuh.
Angka 428 km ini tergolong "aman" untuk mobilitas di kota besar Jakarta tanpa perlu terkena range anxiety.
Soal kepraktisan, Suzuki tidak mau ribet. Pengisian daya cepat (DC Fast Charging) dari 15% ke 80% bisa tuntas dalam 50 menit.
Sementara jika menggunakan home charging AC 7 kW, butuh waktu sekitar 9,5 jam untuk mengisi hingga penuh—cukup ditinggal tidur semalaman.
Fitur Kekinian di Balik Harga Premium
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?
-
Honda Vario Evo 160 Meluncur Tanpa Fitur RoadSync Ternyata Ini Alasan AHM
-
Baru Sebulan Meluncur Pemesanan Chery Q Langsung Tembus 3000 Unit
-
Akankah Mitsubishi Lancer Evo Kembali Mengaspal? Ini Kata sang Bos Baru
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank