Otomotif / Mobil
Kamis, 19 Februari 2026 | 16:57 WIB
Transjakarta sebagai salah satu transportasi publik di Ibu Kota Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Transjakarta memperbolehkan penumpang membatalkan puasa dengan air minum dan makanan ringan di dalam bus.
  • Kebijakan ini berlaku selama bulan puasa untuk mendukung kenyamanan komuter yang berbuka saat perjalanan.
  • Penumpang hanya boleh makan dan minum maksimal sepuluh menit setelah adzan Maghrib tiba.

Suara.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menerapkan kebijakan baru yang memudahkan para pengguna selama bulan puasa. Jika biasanya terdapat larangan ketat untuk makan dan minum di dalam Bus, kini penumpang diberikan kelonggaran untuk membatalkan puasa saat masih dalam perjalanan.

Berdasarkan keterangan resminya, Transjakarta memperbolehkan pelanggan menjalankan ibadah puasa dan berbuka dengan air minum maupun makanan ringan. Kebijakan ini tentu menjadi angin segar bagi kaum komuter di wilayah metropolitan yang seringkali masih berada di dalam bus saat waktu berbuka tiba.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung kenyamanan para pengguna jasa transportasi publik tersebut.

"Kami ingin memastikan pelanggan tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, termasuk saat waktu berbuka tiba di tengah perjalanan. Tentunya, kami juga mengajak pelanggan untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama," tulis Ayu Wardhani, dikutip Kamis (19/2/2026).

Bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi, Transjakarta dipastikan tetap beroperasi normal selama 24 jam pada 14 koridor utama sepanjang bulan suci ini. Meski demikian, terdapat beberapa aturan main yang harus dipatuhi oleh para penumpang demi menjaga ketertiban bersama.

Transjakarta atau busway (Pemprov DKI Jakarta)

Para pelanggan diperkenankan berbuka puasa dengan air minum dan makanan ringan saja. Aktivitas makan dan minum di dalam bus ini hanya dipersilakan pada waktu berbuka puasa dengan durasi maksimal 10 menit setelah adzan Maghrib. Setelah batas waktu tersebut, penumpang diharapkan kembali tertib dan menyimpan sisa makanan atau minuman mereka.

Selain itu, pelanggan dapat menuju area ritel atau tenant yang tersedia di sejumlah halte Transjakarta untuk membeli berbagai kebutuhan berbuka puasa. Pihak manajemen juga terus mengimbau agar seluruh pengguna layanan selalu menjaga kebersihan di area halte maupun di dalam bus dengan tidak meninggalkan sampah. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kualitas pelayanan transportasi umum di Jakarta tetap prima selama bulan Ramadhan.

Load More