Suara.com - Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia hingga kini menjadi penguasa takhta tertinggi Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) sekaligus mobil keluarga di Tanah Air.
Sepanjang hadir di pasar mobil Indonesia, kedua mobil tersebut berhasil merebut konsumen dengan branding sebagai mobil keluarga, performa yang mumpuni, dan harganya yang ramah di kantong konsumen menengah ke bawah.
Namun, ada satu sisi gelap dari Avanza dan Xenia terutama untuk unit bekas.
Avanza dan Xenia bekas tak jarang menunjukkan beberapa penyakit yang sering kambuh. Apalagi, saat keduanya dipakai hingga ratusan kilometer.
Penyakit-penyakit tersebut menjadi momok para pemilik mobil.
Alhasil mereka yang masih setia pakai Avanza dan Xenia bekas harus selalu peka terhadap mobil mereka dan mengambil langkah sebagai solusi.
Lantas, apa saja penyakit dari kedua 'Raja MPV' Tanah Air tersebut? Bagaimana cara paling cepat mengatasinya?
1. Kaki-kaki suka 'konser' (Berisik)
Avanza-Xenia dikenal punya suspensi yang agak keras.
Baca Juga: Avanza Hancur Dihantam Kereta Barang di Tanjung Priok, 4 Penumpang Selamat Usai Terseret 10 Meter
Setelah 100 ribu km, biasanya muncul bunyi gluduk-gluduk saat lewat jalan rusak. Bunyi tersebut menjadi tandanya komponen shockbreaker, bushing arm, atau tie rod sudah mulai aus.
Solusi
- Jangan cuma ganti satu sisi. Sebaiknya ganti satu set (kanan-kiri) untuk shockbreaker agar keseimbangan mobil tetap terjaga.
- Pastikan juga melakukan spooring dan balancing ulang setelah perbaikan.
2. Mesin "Ngik-Ngik" (Fan belt kering atau retak)
Kalau pemilik mendengar suara decitan seperti tikus saat mesin baru dinyalakan, itu biasanya ulah fan belt yang sudah getas atau kendur.
Kala mencapai angka 100 ribu km, karet ini biasanya sudah mulai retak karena panas mesin yang konstan.
Solusi
- Segera ganti sabuk pemutar (fan belt) dengan yang orisinal. Harganya relatif murah dan menjadi alternatif ketimbang putus di tengah jalan dan bikin mesin overheat karena pompa air tidak berputar.
3. Kopling terasa keras (Khusus transmisi manual)
Penyakit klasik mobil manual yang sudah berumur adalah pedal kopling yang terasa keras saat diinjak.
Penyakit ini bikin kaki kiri cepat pegal, terutama kalau pengemudi sering terjebak macet di kota besar.
Masalah ini muncul karena dekrup (clutch cover) yang sudah mulai kaku atau kampas kopling yang menipis.
Solusi
- Lakukan penggantian satu set kopling (clutch kit), yang terdiri dari kampas kopling, dekrup, dan release bearing
- Jangan lupa ganti oli transmisi juga supaya perpindahan gigi kembali mulus
4. Mesin bergetar karena engine mounting lemah
Pernah merasa setir atau dasbor bergetar saat mobil dalam posisi diam (idle)?
Itu tandanya karet penahan mesin atau engine mounting sudah pecah atau mengeras.
Komponen ini berfungsi meredam getaran mesin agar tidak masuk ke kabin.
Solusi
- Ganti engine mounting yang sudah rusak. Biasanya ada 2 atau 3 titik tumpuan.
- Disarankan ganti semuanya sekaligus karena kalau hanya diganti satu, beban getaran akan berpindah ke mounting yang lama dan membuatnya cepat rusak juga.
5. Idle mesin tidak stabil (RPM naik-turun)
Jika RPM mobil sering naik-turun sendiri atau mesin terasa mau mati saat AC menyala, biasanya bagian Throttle Body atau sensor Idle Up sudah kotor tertumpuk kerak karbon dari sisa pembakaran.
Solusi
- Lakukan servis berkala berupa pembersihan Throttle Body menggunakan cairan pembersih khusus (carb cleaner).
- Pastikan juga filter udara dalam kondisi bersih agar aliran oksigen ke mesin tetap lancar.
Perlu diketahui, bahwa seluruh 'penyakit' Avanza dan Xenia tak serta merta menandakan keduanya adalah mobil keluarga yang jelek.
Kualitas dari kedua mobil tersebut memang tak diragukan lagi, namun penyakit tersebut menjadi sinyal bahwa pemilik harus lebih peka dan sayang terhadap mobil yang mereka punya.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
Terkini
-
Honda Brio Satya Baru atau Jazz GK5 Bekas, Mending Pilih Mana?
-
BYD dan Jaecoo Pimpin Penjualan Mobil China di Indonesia Awal Tahun 2026
-
Bukan Lagi Tren, China 'Haramkan' Layar Sentuh untuk Fitur Vital Mobil, Ini Alasannya
-
Nissan Magnite vs Honda WR-V vs Hyundai Venue Mending Mana?
-
Waspada Modus Tilang Elektronik Lewat WhatsApp, Jangan Sampai Saldo Rekening Terkuras
-
Cara Mengurus BPKB Hilang, Lengkap dengan Biaya Terbaru 2026
-
Apakah Pindad Maung MV1 Bisa Dibeli Masyarakat? Berapa Harganya?
-
Toyota Raize vs Nissan Magnite vs Suzuki Fronx 2026: Cek Harga, Spesifikasi, Mending Mana?
-
Pengakuan Pemilik JETOUR T2 Setelah Pemakaian Harian di Indonesia
-
Jangan Beli Avanza Dulu untuk Mudik! Alphard 2003 Harga 150 Juta Tawarkan Kenyamanan First Class