- Rencana impor mobil India senilai Rp 24,66 Triliun untuk Koperasi Merah Putih menimbulkan polemik nasional.
- Spesifikasi mobil India tidak sesuai standar BBM Indonesia, berpotensi meningkatkan emisi dan biaya perawatan.
- Kurangnya jaringan dealer dan ketersediaan suku cadang India mengancam kendaraan menjadi tidak berfungsi cepat.
Suara.com - Rencana impor mobil India dengan kontrak senilai Rp 24,66 Triliun untuk operasional Koperasi Merah Putih menimbulkan polemik. Selain nilai yang fantastis, rencana impor mobil dari negara tetangga juga menimbulkan tanda tanya besar.
Bahkan secara spesifikasi, Scorpio pick up yang dipasok oleh Mahindra, Yodha Pick-Up dan Ultra T.7 Light Truck yang dipasok Tata Motors tidak sesuai dengan standar di Indonesia.
"Mesin diesel India dirancang untuk standar BBM diesel konvensional. Penggunaan BioSolar (B35/B40) di Indonesia memerlukan penyesuaian teknis pada sistem injeksi dan filter. Ini yang perlu diperjelas oleh Agrinas," ujar Pengamat Otomotif, Yannes Martinus Pasaribu kepada Suara.com, Selasa (24/2/2026).
Tanpa adaptasi yang tepat, tambah Yannes, emisi gas buang akan melonjak, dan reliabilitas mesin akan menurun. Pada gilirannya akan meningkatkan biaya perawatan koperasi desa jika terjadi masalah pada mesin.
"Jelas produsen India seperti Mahindra dan Tata Motors belum memiliki jaringan dealer dan bengkel resmi sekuat pabrikan Jepang di wilayah pelosok Indonesia.
"Dan jika kendaraan ini mengalami kerusakan massal dengan sebaran mobil yang luas, sedangkan suku cadang harus diimpor dari India. Maka kendaraan ini akan menjadi monumen besi tua di desa-desa dalam waktu kurang dari lima tahun," tegas Yannes.
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyoroti kontrak pengadaan kendaraan niaga senilai Rp
24,66 triliun yang diamankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.
Menurutnya, dengan nilai proyek yang mencapai Rp 24,66 triliun, kebijakan ini memiliki dampak strategis, tidak hanya terhadap distribusi pangan desa tetapi juga terhadap arah kebijakan industri
nasional.
"Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional," pungkas Evita.
Baca Juga: Mengapa Harus Impor CBU dari India Saat Kapasitas Manufaktur Lokal Masih Melimpah
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Request Mobil Dinas 8 Miliar Bikin Gempar, Isi Garasi Pribadi Gubernur Kaltim Terlihat Sederhana
-
Daftar Harga Mobil Hybrid Terbaru, Chery Naik Rp 10 Juta
-
Heboh Impor 105 Ribu Pickup India, Padahal Harga Mobil Lokal Cuma Rp150 Jutaan, Ini Daftarnya
-
Strategi Mobil Hybrid Murah Toyota Sukses Kantongi Ribuan Pesanan di IIMS 2026
-
Dwi Sasetyaningtyas Sebut Hidup Susah, Isi Garasi Mertuanya Syukur Iwantoro Bikin Geleng Kepala
-
Bukan Skutik Biasa, Yamaha Mio M3 Bawa Desain Carbon dan Warna Ngejreng, Segini Harganya
-
Bikin Tetangga Iri Pas Lebaran, Ini 3 Pilihan Motor Sport Seken yang Ramah Buat Pemula
-
Terpopuler: Kopdes Merah Putih Pakai Pikap, Geger Impor Mobil India Rp24 Triliun
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India