- Pabrikan otomotif sedang mengembangkan baterai solid state yang menjanjikan keamanan dan pengisian daya lebih cepat.
- Akademisi Ouyang Minggao menyarankan publik tidak menunda pembelian mobil listrik karena teknologi solid state belum siap massal.
- China menguasai 44 persen paten baterai solid state global, namun tantangan teknis standarisasi masih sangat besar.
Suara.com - Sejumlah pabrikan otomotif dunia kini tengah berkompetisi mengembangkan baterai berjenis solid state untuk kendaraan listrik. Teknologi ini diklaim membawa revolusi besar karena lebih aman, tidak mudah terbakar, memiliki waktu pengisian daya sangat singkat, serta jarak tempuh yang jauh lebih panjang dibanding baterai cair saat ini.
Namun akademisi dari Chinese Academy of Sciences, Ouyang Minggao, memberikan pandangan yang berbeda bagi para calon pembeli mobil listrik. Menurutnya, pengembangan baterai solid state masih memerlukan waktu panjang sebelum benar-benar siap dipasarkan secara massal.
Ia menilai teknologi tersebut belum sepenuhnya matang untuk langsung digunakan oleh publik dalam waktu dekat.
“Beberapa kendaraan akan mulai menguji baterai solid-state pada akhir tahun ini hingga tahun depan. Meski sudah ada pemasaran terkait produk baterai solid-state, sebenarnya teknologi ini belum benar-benar dijual. Demi alasan kehati-hatian, sebaiknya tidak dipasarkan dalam dua tahun ke depan,” ujar Ouyang Minggao, Senin (16/3/2026).
Bagi konsumen yang berencana beralih ke kendaraan ramah lingkungan, Ouyang menyarankan agar tidak menunda pembelian hanya demi menunggu baterai jenis baru ini. Ia menegaskan bahwa kualitas mobil listrik yang beredar di pasaran saat ini sudah sangat baik dan layak untuk dimiliki tanpa harus menunggu dua tahun atau lebih.
“Banyak orang menunggu baterai solid-state tetapi sebenarnya tidak perlu menunggu. Kendaraan listrik saat ini sudah sangat baik,” katanya.
Walaupun demikian, progres pengembangan teknologi ini di China memang melesat tajam. Pada 2025, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut bahkan menguasai sekitar 44 persen paten baterai solid state baru di tingkat global. Selain itu, biaya produksi material pendukung seperti elektrolit sulfida juga dilaporkan turun drastis sehingga membuka peluang efisiensi di masa depan.
Meski kemajuan terlihat signifikan, Ouyang menekankan bahwa hambatan teknis yang dihadapi masih sangat besar. Teknologi ini menuntut standarisasi yang sangat tinggi dari berbagai sisi produksi.
“Baterai solid state adalah teknologi revolusioner dengan hambatan masuk yang tinggi dan memiliki tantangan teknis yang lebih besar. Pengembangannya membutuhkan solusi menyeluruh, mulai dari material utama, antarmuka, elektroda, hingga sel baterai,” jelasnya.
Karena berbagai tantangan tersebut, ia kembali mengingatkan bahwa transisi menuju penggunaan baterai solid state harus dilakukan secara bertahap dan melalui pengujian yang sangat ketat demi menjamin keamanan pengguna.
Berita Terkait
-
Daftar Harga Mobil Listrik BYD 2026: Cek Budget Kamu Mulai Rp199 Juta Sampai Rp750 Juta
-
Bocoran Mobil Baru GIIAS 2026 Ada Honda Brio Listrik Hingga SUV Legendaris Toyota
-
Cuma Seharga Ponsel, Pria India Ini Bikin Mobil Listrik Seukuran Motor Matic
-
Siasat Geely Hindari Tarif Uni Eropa dengan Membajak Jalur Produksi Pabrik Ford di Spanyol
-
Puluhan Ribu Xpeng X9 Kena Recall Akibat Masalah Suspensi Udara Begini Nasib Unit di Indonesia
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga