- Pemerintah Indonesia percepat program Biodiesel B50 hadapi konflik Timur Tengah.
- B50 adalah campuran 50 Persen minyak sawit dan 50 Persen solar.
- Uji jalan 20.000 kilometer menunjukkan performa mesin diesel tetap terjaga baik.
Suara.com - Konflik di Timur Tengah yang kian memanas, Pemerintah Indonesia tak tinggal diam menanggapi ancaman lonjakan harga bahan bakar global.
Salah satunya, Pemerintah Indonesia menyusun program Biodiesel B50 yang didorong untuk jadi strategi andalan ketahanan energi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa paket kebijakan ekonomi tengah disusun kilat sebagai respons atas tekanan global.
Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi pada Sabtu (28/3/2026).
"Seluruhnya dikaji secara komprehensif, mulai dari penghematan energi hingga penguatan program B50, demi menjaga stabilitas ekonomi domestik," ujar Airlangga.
Apa Itu Biodiesel B50?
Bagi Anda yang belum familiar, Biodiesel B50 adalah bahan bakar hasil racikan antara 50% bahan bakar nabati berbasis minyak sawit (FAME) dengan 50% solar murni (fosil).
Jika sebelumnya kita sudah mengenal B30 dan B40, maka B50 adalah level selanjutnya yang lebih hijau dan mandiri.
Program B50 ini bertujuan agar Indonesia bisa lepas dari ketergantungan impor solar yang selama ini menguras devisa negara.
Baca Juga: Milk Cleanser atau Cuci Muka Dulu? Ini 5 Pilihan Produknya untuk Membersihkan Wajah
Bukan sekadar rencana di atas kertas, Kementerian ESDM ternyata sudah melakukan road test alias uji jalan B50.
Menggunakan kendaraan berat seperti truk dan bus, bahan bakar ini sudah dijajal menempuh jarak lebih dari 20.000 kilometer.
Hasilnya, campuran 50% sawit ini diklaim mampu memberikan performa yang lebih baik pada mesin kendaraan diesel.
Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE ESDM, Harris Yahya, memberi sinyal bahwa penerapan mandatori B50 bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.
Manfaat Biodiesel B50
Ada beberapa alasan mengapa pemerintah ngebet menerapkan B50 di tengah ketidakpastian global, antara lain:
Berita Terkait
-
Gaya Kalcer Yamaha Grand Filano Hybrid Libas Jalur Pegunungan
-
Tips Hemat Bensin Motor Matik Untuk Cegah Kelangkaan BBM
-
Subsidi Energi Bersih Lebih Banyak Dinikmati Orang Kaya, Studi Ungkap Ketimpangan
-
Krisis BBM Global: Australia Gratiskan Naik Bus dan Kereta, Indonesia Bagaimana?
-
Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Penantang HR-V dan Yaris Cross: Nissan Kenalkan Mobil Hybrid Generasi Terbaru
-
Tips Rawat Mobil Listrik dan Hybrid Setelah Dibawa Perjalanan Mudik Lebaran 2026
-
Gaya Kalcer Yamaha Grand Filano Hybrid Libas Jalur Pegunungan
-
Krisis BBM Global: Australia Gratiskan Naik Bus dan Kereta, Indonesia Bagaimana?
-
Tips Hemat Bensin Motor Matik Untuk Cegah Kelangkaan BBM
-
Solusi Cerdas Pajak Anti Mahal: 5 Mobil Semewah HR-V tapi Harga bak Brio Satya Baru
-
4 Daftar Mobil 7 Penumpang Harganya Masih 100 Jutaan di 2026, Paling Worth It untuk Dibeli
-
Fakta Orang Keracunan AC saat Istirahat di Dalam Mobil, Ternyata Ini yang Terjadi
-
5 Mobil Bekas yang Perawatannya Mudah dan Irit BBM, Cocok untuk Harian
-
Hyundai Siapkan Mobil Listrik Compact Anyar, Harga Diprediksi Kompetitif